Zaskia Adya Mecca Beber Anak Hadir di Sidang dan Ketemu Pemukul Staf
Zaskia Adya Mecca menceritakan sang anak, KM, yang menyaksikan pemukulan stafnya oleh oknum TNI hadir dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II Cakung pada Rabu (15/4).
Dalam persidangan itu, Zaskia mengungkapkan KM sempat berdialog dengan terdakwa, Niko. Ia juga mengatakan terdakwa telah meminta maaf secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi sudah ngomong bahwa beliau menyesal karena, saat itu katanya situasinya lagi kalut, istrinya lagi harus operasi, ibunya lagi kritis. Tadi, langsung minta maaf sama KM, menjelaskan," kata Zaskia seperti diberitakan detikcom pada Rabu, (15/4).
Zaskia menegaskan terdakwa telah menyampaikan penyesalan atas perbuatannya. Selama menjalani masa penahanan, terdakwa juga menanggung sejumlah konsekuensi, termasuk tidak bisa bertemu keluarga.
"Katanya sudah ditahan dari pertama laporan masuk. Efeknya enggak bisa ke mana-mana ya karena ditahan, bahkan ibunya kritis pun beliau tidak bisa menemui ibunya, enggak ada handphone, nggak ada apa, jadi putus hubungan," jelas Zaskia.
Zaskia turut menyampaikan bahwa kondisi putrinya sudah mulai pulih dari trauma. Ia memastikan anaknya juga sudah memaafkan terdakwa.
"Tadi dia cerita, trauma 10 hari pertama, tapi habis itu dia sudah kembali pulih. Ya, biar jadi anak yang kuat," kata Zaskia menceritakan kondisi anaknya.
Zaskia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan meski sudah saling memaafkan, "Hukumnya tetap berjalan walaupun sudah maaf-maafan."
Hal itu juga dipertegas Juru Bicara Pengadilan Militer II Mayor Laut Arin Fauzan. Ia menjelaskan tahapan persidangan masih cukup panjang. Setelah pemeriksaan saksi, termasuk pemilik CCTV, sidang akan berlanjut ke tahap pembuktian.
Kehadiran KM dalam sidang, kata Arin Fauzan, bertujuan untuk membantu memperjelas kronologi perkara.
"Apabila selesai semua tidak mengajukan barang bukti tambahan ataupun saksi, maka segera dilaksanakan tuntutan," jelasnya.
Setelah tuntutan, proses hukum akan berlanjut dengan pembelaan terdakwa hingga putusan. Arin Fauzan memastikan persidangan akan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Insiden dugaan pemukulan karyawannya bermula pada September 2025 ketika Faisal mengantar KM sekolah. Mereka kemudian berhadapan dengan motor yang melawan arah di Jalan Ampera, Jakarta Selatan.
Ia menceritakan ada motor lawan arah, hampir menabrak motor Faisal dan KM. Lalu diklakson, tanpa sadar tahunya motor tersebut balik arah dan enggak terima diklakson menghadang motor Faisal.
Zaskia kemudian menjelaskan secara rinci tindak kekerasan yang dialami Faisal. Salah satu stafnya itu mengaku dipukuli sampai jatuh, leher dan pinggangnya diinjak, serta kepalanya diserang hingga helmnya rusak.
Zaskia menjelaskan seseorang yang menyerang karyawannya itu mengaku sebagai anggota sebuah institusi. Namun, orang itu tidak mengungkapkan institusi tempatnya bernaung dan langsung pergi ketika didatangi warga.
(van/chri) Add
as a preferred source on Google

