Laleilmanino Digandeng Sutradara Jumbo Garap Soundtrack Na Willa
Trio pencipta lagu dan produser musik Laleilmanino kembali bekerja sama dengan sutradara Ryan Adriandhy untuk menggarap soundtrack film terbaru produksi Visinema Studios, Na Willa.
Kolaborasi tersebut menyusul kesuksesan mereka saat bekerja sama dalam menghadirkan lagu Selalu Ada di Nadimu yang menjadi OST film animasi Jumbo (2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada satu selentingan yang kita denger yang bikin kita merasa enggak boleh dilewatin nih pekerjaan ini. Menurut Rian, katanya, ini harus Laleilmanino yang ngerjain," ujar Nino di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
"Jadi terima kasih banyak sudah percaya banget sama pekerjaan kami."
Dalam proyek live-action perdana Ryan tersebut, Laleilmanino menciptakan lagu berjudul Sikilku Iso Muni yang dibawakan Quinn Salman dan Prince Poetiray yang juga menyanyikan versi duet soundtrack Jumbo.
Nino menjelaskan pendekatan kreatif lagu untuk film Na Willa memiliki kemiripan terkait pendekatan dengan saat menggarap OST Jumbo.
Jika untuk soundtrack Jumbo mereka menjabarkan perasaan karakter Don secara umum, kali ini fokus beralih pada perspektif karakter bernama Dul yang merupakan sahabat Na Willa.
"Kalau waktu kami bikin lagu Selalu Ada di Nadimu di film Jumbo. Itu kami bicara soal menjabarkan perasaannya Don secara general ke publik. Jadi sebenarnya ada pengalaman pribadinya Don yang kami coba ejawantahkan menjadi lagu," tuturnya.
"Nah, kali ini sebenarnya kurang lebih pendekatannya hampir sama untuk teman-teman yang nonton filmnya dan mendengarkan lagunya. Cuma kali ini adalah pengalamannya Dul yang sebenarnya merupakan scene yang menurut kami itu adalah scene yang paling emosional dan paling dalam gitu di filmnya," tambahnya.
Film Na Willa merupakan adaptasi novel bertajuk sama karya Reda Gaudiamo. Inspirasi lagu Sikilku Iso Muni ini diambil dari salah satu bab paling menyentuh dalam buku tersebut ketika tokoh bernama Dul harus kehilangan kakinya dan menggunakan kaki palsu dari kayu.
Meski bertema kehilangan, Laleilmanino sengaja mengemas lagu tersebut dengan nada ceria dan semangat positif. Melalui karya ini, Nino berharap pendengar dapat memetik pesan ketangguhan dari karakter Dul.
"Kami harap nantinya ketika teman-teman mendengarkan, masing-masing kalian bisa mengambil apa pesan yang pengen disampaikan di balik lagu itu. Dul aja kehilangan kakinya tapi yang dilakuin malah merayakannya dengan bernyanyi," ujar Nino.
"Sementara orang-orang, kadang-kadang kalau misal lagi jalan kakinya kesandung meja aja, dramanya bisa sampai besoknya gitu."
Na Willa mengisahkan kehidupan tahun 1960-an di sebuah gang kecil di Surabaya melalui mata Willa yang penuh imajinasi dan kepolosan.
Namun, dunia Willa mulai berubah saat sahabatnya mengalami kecelakaan dan teman-temannya mulai bersekolah, membuat Willa merasa kesepian.
Saat akhirnya masuk TK, ia belajar menghadapi aturan dan menyadari bahwa tumbuh dewasa berarti menerima perubahan.
Film ini menjadi debut penyutradaraan dan penulisan naskah live-action perdana bagi Ryan Adriandhy.
Jajaran pemain didominasi talenta muda seperti Luisa Adreena, Azamy Syauqi, Arsenio Rafizqy, dan Freya Mikhayla, didukung oleh penampilan Irma Rihi, Junior Liem, dan Melissa Karim.
Na Willa tayang mulai 18 Maret di bioskop.
(gis/chri)