Trump Murka Robert De Niro Serukan Perlawanan: Dia Gila!

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 11:00 WIB
Donald Trump ngamuk saat merespons seruan perlawanan dari Robert De Niro.
Donald Trump ngamuk saat merespons seruan perlawanan dari Robert De Niro. (AFP/Mandel Ngan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Donald Trump ngamuk saat menanggapi Robert De Niro di tengah perseteruan publik mereka yang sedang berlangsung. Ia mengatakan aktor pemenang Piala Oscar itu "orang yang sakit jiwa dan gila."

Amukan itu dilontarkan di Truth Social setelah De Niro dalam wawancara terbarunya mendorong dan mendesak warga Amerika untuk melawan Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Robert De Niro yang gila karena Trump [adalah] orang sakit jiwa dan gila. Saya percaya IQ yang sangat rendah, yang sama sekali tidak tahu apa yang dia lakukan atau katakan, beberapa di antaranya sangat KRIMINAL!" tulis Trump seperti diberitakan Variety, Rabu (25/2).

"Saat saya melihatnya menangis tersedu-sedu tadi malam, persis seperti yang dilakukan seorang anak kecil, saya menyadari bahwa dia mungkin lebih sakit daripada si Gila Rosie O'Donnell, yang saat ini di Irlandia mencoba mencari cara untuk kembali ke Amerika Serikat kita yang indah."

Rosie O'Donnell adalah komedian, aktris, dan pembawa acara bincang-tiru ternama AS yang dikenal sangat vokal dalam mengkritik kebijakan serta kepribadian Donald Trump sejak bertahun-tahun lalu.

[Gambas:Video CNN]

Sosok yang pernah membintangi film A League of Their Own ini memiliki sejarah panjang perseteruan pribadi dengan Trump, sehingga namanya sering ditarik ke dalam narasi politik sebagai simbol kelompok oposisi.

"Satu-satunya perbedaan antara De Niro dan Rosie adalah bahwa Rosie mungkin agak lebih pintar darinya, yang sebenarnya tidak berarti banyak," lanjut Trump.

"Kabar baiknya adalah Amerika sekarang menjadi lebih besar, lebih baik, lebih kaya, dan lebih kuat dari sebelumnya, dan hal itu membuat mereka benar-benar gila!"

Omelan terbaru Trump mendorong De Niro untuk bergabung meninggalkan negara itu bersama Anggota Kongres Ilhan Omar (D-MN) dan Rashida Tlaib (D-MI), yang keduanya meninggalkan pidato kenegaraan Trump sebelum selesai dan meneriakinya dengan nada tidak setuju.

"Ketika Anda melihat Ilhan Omar dan Rashida Tlaib yang ber-IQ rendah, saat mereka berteriak tak terkendali tadi malam di pidato kenegaraan yang sangat elegan, acara yang begitu penting dan indah, mereka memiliki mata melotot dan merah seperti orang gila, yang secara mental terganggu dan sakit, yang, terus terang, terlihat seperti mereka harus dirawat di rumah sakit jiwa," tulis Trump.

"Ketika orang-orang bisa berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah politisi yang curang dan korup, sangat buruk bagi negara kita, kita harus mengirim mereka kembali ke tempat asal mereka secepat mungkin. Mereka hanya bisa merusak Amerika Serikat, mereka tidak bisa berbuat apa pun untuk membantunya."

Hal itu disampaikan setelah Robert De Niro mengatakan Trump telah menghancurkan Amerika. Ia pun meminta warga Amerika bersatu untuk melawan segala keputusan Trump yang telah merusak negara itu.

"Ini menjijikkan, ini kacau. Kita harus menyelamatkan negara ini," kata De Niro. "Orang-orang harus melawan, melawan, melawan, melawan, melawan. Itulah satu-satunya cara."

"Tidak ada keajaiban. Tidak ada apa pun. Orang-orang tidak akan pergi, bahkan jika Trump meninggal karena suatu alasan karena sakit atau semacamnya. Sebagian dari gerakan itu masih ada, dan itu lah bagian yang menakutkan. Itu harus dinetralisir oleh rakyat."

(chri)