Pencipta Lagu Darah Juang John Tobing Meninggal Dunia
Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang lebih dikenal sebagai John Tobing, pencipta lagu legendaris Darah Juang meninggal dunia pada Rabu (25/2) petang.
Kabar duka itu dikonfirmasi oleh kerabat dekatnya, Joko Utomo. Ia juga menjelaskan John sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM sebelum mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.45 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar (John) meninggal di RSA UGM," kata Joko seperti diberitakan detikcom, Rabu (25/2) malam.
"Masuk ke RS subuh tadi. (Dinyatakan) Meninggal pukul 20.45 WIB di RSA UGM," ungkapnya.
Meski penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi, John sempat menjalani perawatan akibat serangan stroke pada Desember 2025. Terkait rencana pemakaman, pihak keluarga saat ini masih melakukan pembahasan internal.
"Ini lagi ada rembukan keluarga (terkait informasi pemakaman). Nanti tunggu info selanjutnya," tutur Joko.
Nama John Tobing memiliki tempat tersendiri di hati para aktivis. Karya monumentalnya, Darah Juang, telah lama menjadi "lagu wajib" dan simbol perlawanan yang membakar semangat mahasiswa serta kaum muda dalam berbagai aksi demonstrasi sejak masa reformasi hingga saat ini.
Diciptakan pada awal 1990-an di Yogyakarta, lagu itu lahir dari rahim kekecewaan dan semangat perlawanan terhadap rezim Orde Baru. John Tobing menulis melodinya, sementara liriknya merupakan hasil kolaborasi pemikiran dari para aktivis mahasiswa saat itu.
Lagu itu pertama kali populer di kalangan aktivis Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelum menyebar ke seluruh penjuru Nusantara.
Dengan lirik yang emosional seperti "Bunda relakan darah juang kami, untuk membebaskan rakyat", lagu itu berhasil menyatukan perasaan para demonstran.
Selama puluhan tahun, Darah Juang telah menjadi identitas moral dalam setiap aksi massa, mulai dari peristiwa Reformasi 1998 hingga berbagai unjuk rasa besar di era modern.
(chri)