Jumbo Salip Sentimental Value di Box Office Korea

CNN Indonesia
Selasa, 24 Feb 2026 12:00 WIB
Jumlah penonton Jumbo sudah melampaui Sentimental Value setelah keduanya sama-sama tayang 18 Februari di Korea Selatan.
Jumlah penonton Jumbo sudah melampaui Sentimental Value setelah keduanya sama-sama tayang 18 Februari di Korea Selatan. (Visinema Studios)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumbo memasuki pekan pertamanya tayang di Korea Selatan. Film animasi Indonesia itu telah mengumpulkan 38.969 tiket atau setara dengan US$241.875 sejak dirilis 18 Februari di sana.

Berdasarkan Dewan Perfilman Korea Selatan, angka itu cukup untuk membuat Jumbo menempati posisi ketujuh box office mingguan periode 16-22 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, angka box office Jumbo di Korea Selatan juga sudah melampaui performa Sentimental Value yang juga tayang di negara tersebut sejak 18 Februari.

Film nominasi Best Picture Piala Oscar 2026 tersebut telah mengumpulkan 20.840 tiket dari 192 layar yang setara dengan US$145.181 dari box office Korea Selatan.

Performa Jumbo dalam box office harian Korea juga cukup stabil. Film garapan sutradara Ryan Adriandhy itu debut di posisi enam dengan penjualan 12.648 tiket, tapi sempat terjun ke posisi 11 pada hari kedua penayangan dengan 2.470 tiket.

[Gambas:Video CNN]

Film itu berhasil menanjak kembali ke posisi sembilan pada hari ketiga (3.263), hingga bertahan di posisi enam pada hari keempat (9.260), hari kelima (9.807), dan hari keenam (2.584).

Korea Selatan menjadi satu dari banyak negara tujuan petualangan Jumbo. Film animasi tersebut sebelumnya diumumkan mendapatkan hak distribusi internasional di 40 negara di dunia.

Jumlah tersebut lebih besar dibanding yang diungkap kreator Jumbo, Ryan Adriandhy, pada Juni 2025 yang menyebut kala itu bahwa Jumbo akan tayang di 17 negara.

Beberapa negara lain yang telah menayangkan Jumbo adalah Rusia, Belarus, Uzbekistan, Kyrgyztan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Taiwan, dan Uni Emirat Arab.

Jumbo menceritakan petualangan Don, seorang anak laki-laki yang berusaha membuat pertunjukan buku dongeng peninggalan kedua orang tuanya. Sayangnya, ada yang mengejek dan meremehkan mimpi Don.

Untungnya, Don selalu punya Oma, dan sahabatnya yang bernama Nurman dan Mae yang selalu menemaninya. Mereka pun bertemu dengan Meri, anak perempuan dari dunia lain yang berusaha untuk mencari kedua orang tuanya.

(chri)