Brad Arnold Vokalis 3 Doors Down Meninggal di Usia 47 Tahun

CNN Indonesia
Minggu, 08 Feb 2026 08:45 WIB
Vokalis band rock 3 Doors Down, Brad Arnold meninggal pada Sabtu (7/2). Ia berpulang akibat penyakit kanker ginjal stadium 4.
Ilustrasi. Brad Arnold, vokalis 3 Doors Down, meninggal di usia 47 tahun akibat kanker ginjal stadium 4. (Getty Images via AFP/JASON KEMPIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vokalis band rock 3 Doors Down, Brad Arnold meninggal pada Sabtu (7/2). Ia berpulang akibat penyakit kanker ginjal stadium 4.

Kabar duka ini disampaikan langsung via akun media sosial 3 Doors Down.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ditemani istri tercintanya, Jennifer, dan keluarganya, ia meninggal dunia dengan tenang, dikelilingi oleh orang-orang terkasih," tulis band tersebut.

Seperti dilansir dari CBS News, Arnold mengumumkan pada Mei 2025 bahwa ia didiagnosis mengidap karsinoma sel ginjal sel jernih stadium 4. Diagnosis ini membuat 3 Doors Down membatalkan tur musim panas mereka.

Kendati demikian, penyanyi sekaligus penulis lagu ini mengaku "tidak takut".

Pria 47 tahun ini membentuk 3 Doors Down pada 1996 bersama gitaris Matt Roberts dan bassis Todd Harrell. Roberts telah lebih dulu berpulang pada 2016 karena diduga overdosis obat.

Sementara itu, Harrell tidak lagi bersama band setelah beberapa kali didakwa mengemudi dalam keadaan mabuk. Kemudian ia juga dijerat dakwaan pembunuhan akibat kecelakaan kendaraan bermotor.

Arnold sendiri berjuang melawan kecanduan alkohol tapi ia berkata dirinya telah meninggalkan alkohol selama satu dekade.

Pada Januari 2025, pada situs heavy metal Blabbermouth.net, ia menyebut tahun-tahun tanpa alkohol adalah "tahun-tahun terbaik" dalam hidupnya.

3 Doors Down sendiri pernah menorehkan prestasi. Lagu hit 'Kryptonite' pada 2000 masuk nominasi Grammy Award. Lagu ini ditulis Arnold saat dirinya berusia 15 tahun. Kemudian album studio pertama mereka 'The Better Life' meraih platinum enam kali.

[Gambas:Instagram]

"Musiknya bergema jauh melampaui panggung, menciptakan momen-momen koneksi, kegembiraan, keyakinan, dan pengalaman bersama yang akan terus hidup lama setelah panggung-panggung tempat ia tampil," tulis band dalam unggahannya.

"Mereka yang paling dekat dengannya akan mengingat bukan hanya bakatnya, tetapi juga kehangatan, kerendahan hati, iman, dan cinta yang mendalam kepada keluarga dan teman-temannya."

(els)


[Gambas:Video CNN]