Review Film: The Secret Agent

Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 20:10 WIB
Review film: The Secret Agent bukan cuma soal peneliti yang berusaha menyelamatkan diri dari pejabat korup bagian rezim otoriter.
Foto: (CinemaScópio Produções/MK Productions/ONE TWO Films via IMDb)
img-title Endro Priherdityo
5
The Secret Agent bukan cuma soal peneliti yang berusaha menyelamatkan diri dari pejabat korup bagian rezim otoriter.
Jakarta, CNN Indonesia --

Hal yang paling disadari dari The Secret Agent bukan hanya bagaimana sutradara dan penulis Kleber Mendonça Filho meracik cerita dan menyusun gambarnya dengan apik, tetapi ada pesan yang lebih berani dari itu.

Dengan riwayat kemenangan di berbagai festival film prestise, Filho secara implisit tapi tegas menekankan bahwa perjuangan melawan tiran memang adalah jalan yang panjang, berliku, dan sendirian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, bertahan atas nama integritas akan selalu memiliki dampak yang juga panjang. Bahkan bisa jadi menginspirasi generasi masa depan yang tak pernah dijumpa.

Pesan mendalam itu disampaikan Filho dengan gaya film neo-noir yang terbagi dalam tiga babak dan sempilan-sempilan alur cerita yang acak, tapi tetap bisa diikuti bila sukses menyadarinya sejak awal.

Berlatar di Brazil pada akhir dekade '70-an, Filho mengisahkan latar cerita bukan dengan narasi, tetapi sepenuhnya dengan gambar. Desain produksi, kostum, tata rias, hingga properti semuanya kompak mendukung cerita dan membuat penonton pindah ke masa lalu.

Saking kompaknya, Filho tidak perlu meminta editor Eduardo Serrano dan Matheus Farias untuk mengubah tone warna jepretan sinematografer Evgenia Alexandrova secara ekstrem hanya untuk menampilkan momen masa lalu Brazil.

Gambar-gambar yang diambil Alexandrova dengan berbagai teknik kamera dan komposisi objeknya bahkan terlalu indah untuk diacak dengan tone warna kuning hanya untuk menggambarkan "negara berkembang" atau "masa lalu".

Begitu pula ketika cerita loncat ke masa depan dalam sempilan garis utama cerita. Thales Junqueira selaku pimpinan desainer produksi paham betul dalam mengatur latar menyesuaikan naskah Filho yang unik.

Film Brasil The Secret Agent atau O Agente Secreto (2025). (CinemaScópio Produções/MK Productions/ONE TWO Films via IMDb)Review Film Brasil The Secret Agent atau O Agente Secreto (2025): Berlatar di Brazil pada akhir dekade '70-an, Filho mengisahkan latar cerita bukan dengan narasi, tetapi sepenuhnya dengan gambar. (CinemaScópio Produções/MK Productions/ONE TWO Films via IMDb)

Dengan cerdik Junqueira membuat penonton tersadar saat sudah memasuki latar waktu berbeda dari sequence sebelumnya. Misalnya, dengan cukup satu take subtil: wallpaper ponsel layar sentuh.

Naskah Filho yang membangun ketegangan dan kerumitan masalah berlatarkan politik rezim tiran tersebut juga tersampaikan dengan sempurna lewat segala unsur sinematik yang ada.

Bahkan, Filho seolah membuat naskah dengan cerita yang sangat berlapis bagai bawang. Penonton akan sangat mungkin menemukan The Secret Agent bukan cuma soal peneliti yang berusaha menyelamatkan diri dari pejabat korup bagian rezim otoriter.

Film ini juga menyinggung soal ketimpangan ekonomi dan sosial di Brazil pada masa itu, soal korupsi sistemik di pemerintahan, kisah mereka yang menjadi sasaran persekusi politik, hingga soal kebiasaan dan minat masyarakat soal gosip dan mistik.

Filho memang berusaha menyampaikan setumpeng cerita kehidupan masyarakat Brazil tersebut semudah mungkin, dengan cara menjadikannya dalam tiga babak.

Namun tempo yang lambat di babak pertama akan jadi ujian keimanan bagi penonton untuk memilih tetap bertahan atau mundur dari depan layar. Ini akan terasa lebih mengguncang bila The Secret Agent tayang secara streaming.

Setelah melalui ujian keimanan itu, alur cerita pada babak dua dan tiga bagai jalan tol yang menembus deretan pegunungan, menyajikan lanskap yang indah, tetapi tetap menyertakan sensasi ketegangan dari naik dan turunnya medan.

Film Brasil The Secret Agent atau O Agente Secreto (2025). (CinemaScópio Produções/MK Productions/ONE TWO Films via IMDb)Review Film Brasil The Secret Agent atau O Agente Secreto (2025): Wajar bila The Secret Agent mungkin tidak bisa sepenuhnya dinikmati oleh semua orang. Bagi mereka yang menyukai film neo-noir, politik, sejarah, atau arthouse, film ini akan masuk dalam koleksi favorit. (CinemaScópio Produções/MK Productions/ONE TWO Films via IMDb)

Memang dalam perjalanannya, akan ada satu-dua bagian cerita yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk disertakan. Namun mungkin itu jadi salah satu cara Filho untuk memberikan jeda bagi penonton agar tak gumoh dengan masalah pelik yang ia sajikan.

Dengan komposisi ini, maka wajar bila The Secret Agent mungkin tidak bisa sepenuhnya dinikmati oleh semua orang. Bagi mereka yang menyukai film neo-noir, politik, sejarah, atau arthouse, film ini akan masuk dalam koleksi favorit.

Meski begitu, satu hal yang akan difavoritkan dari film ini adalah penampilan para pemainnya, terutama Wagner Maniçoba de Moura. Aktor 49 tahun tersebut sebenarnya terbilang memainkan karakter yang "aman" sejak awal durasi, nyaris belum terlihat ada hal yang spesial dari penampilannya.

Namun saat perjalanan semakin panjang, semakin dalam juga kesan permainan karakter yang ditampilkan Moura.

Bagai agen rahasia yang bekerja dalam senyap tapi siap mati-matian dalam misinya, penampilan Moura mencapai puncak saat di akhir cerita. Bisa dibilang, itu jadi kejutan dari film ini yang menunjukkan kemampuan sesungguhnya dari Moura.

Dengan penampilan di The Secret Agent dan pengalaman berakting dalam berbagai layar sejak debut pada 1996, Wagner Moura memang sangat pantas menerima pengakuan sebagai aktor terbaik musim ini.

Pada akhirnya, The Secret Agent membuka cakrawala baru akan kisah perjuangan bertahan dan melawan tiran sebagai bagian dari mempertahankan hak untuk tetap hidup, kebebasan, dan hak atas pengadilan yang adil sebagai bagian dari hak asasi manusia.

[Gambas:Youtube]

(end)


[Gambas:Video CNN]