Denada Tambunan: Ressa adalah Anak Kandung Saya
Denada Tambunan akhirnya mengakui bahwa pria 24 tahun asal Banyuwangi, Ressa Rizky Rossano, sebagai anak kandungnya.
Dalam pernyataan video yang diunggah di media sosial pada Senin (2/2), Denada juga meminta maaf kepada Ressa, mendiang ibundanya Emilia Contessa, serta keluarganya atas fakta tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Denada tambunan, menyatakan bahwa Ressa Rosano adalah anak kandung saya," kata Denada. "Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai ia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya tidak layak."
"Saya juga ingin meminta maaf kepada Ressa karena baru saat ini, setelah sekian lama, baru saat ini saya memberitahukan Ressa bahwa saya adalah ibu kandungnya. Ini kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya, dan saya minta maaf."
Denada juga berharap bahwa Ressa mau memaafkan dirinya dan menerimanya sebagai ibu kandungnya dengan segala kekurangan yang ada.
Ia mengatakan bahwa dirinya masih harus belajar banyak untuk menjadi seorang ibu yang sesuai dengan harapan anak-anaknya.
"Saya juga minta maaf kepada almarhumah mama dan saya juga minta maaf kepada semua adik-adik saya. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa dan kekhilafan saya. Amin. Demikian, terima kasih," kata Denada.
CNNIndonesia.com sudah meminta izin kepada Denada untuk mengutip unggahan tersebut.
Denada sebelumnya digugat oleh Ressa, pria 24 tahun asal Banyuwangi yang mengaku sebagai anaknya dan telah ditelantarkan sejak pria itu masih anak-anak.
Ronald Armada selaku kuasa hukum Ressa Rizky mengungkapkan kliennya terpantik ketika Ratih yang selama ini merawatnya sejak bayi didatangi polisi dan disomasi adik Denada, Muhammad, karena urusan mobil.
Selama ini, Ressa mengaku tinggal bersama adik Emillia Contessa di Banyuwangi. Perempuan yang seharusnya berstatus nenek itu merawatnya sejak bayi, dan ia panggil ibu.
Dalam kesehariannya, Ressa mengaku tidak pernah mempertanyakan asal-usul dirinya. Ressa menekankan selama 24 tahun hidup tanpa mengetahui identitas ibu kandungnya yang sebenarnya.
Ia tumbuh dengan keyakinan Denada hanya kakak sepupunya. Fakta bahwa Denada adalah ibu kandungnya baru ia ketahui setelah Emillia Contessa yang merupakan ibu kandung Denada itu meninggal dunia.
Pihak Ressa pun menyatakan sudah mencoba menyelesaikannya secara kekeluargaan dan mediasi. Namun, pihak Denada disebut tidak menunjukkan iktikad baik. Sehingga, mereka mengajukan gugatan hukum.
Awalnya, gugatan itu senilai Rp7 miliar. Angka itu didapat dari perhitungan biaya pengasuhan sejak bayi hingga saat ini, termasuk kebutuhan hidup, pendidikan, dan kesehatan.
Sedangkan Rp5 miliar lainnya adalah kerugian immaterial terkait tekanan psikologis akibat ketidakpastian status dan label anak di luar pernikahan yang diterimanya selama ini.
Namun kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menyatakan kliennya selama ini tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anaknya seperti yang diklaim Ressa di publik selama ini.
Selain mengakui Ressa, Denada juga disebut selalu memberikan kasih sayang yang penuh kepada Ressa, termasuk membiayai pendidikan Ressa.
"Kasih sayang tetap dicurahkan, biaya-biaya tetap dipenuhi, enggak kurang-kurang, sekolah juga," bebernya. "Saya punya bukti transfernya Januari masih dikirim (uang)."
(end)[Gambas:Video CNN]
