FOTO: Kehidupan Kaum Miskin di 'J.J Sampah-Sampah Kota'

Bisma Septalisma, CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 19:45 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Produksi ke-157 Teater Koma, 'J.J Sampah-Sampah Kota' dipentaskan mulai Kamis (7/11) hingga 17 November di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Produksi ke-157 Teater Koma, 'J.J Sampah-Sampah Kota' dipentaskan mulai Kamis (7/11) hingga 17 November di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki Jakarta. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Pada pentas kali ini, Teater Koma kembali menghadirkan elemen multimedia ke dalam panggung, seperti pada beberapa pementasan sebelumnya. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sedangkan dengan garis besar cerita, masih memotret isu sosial yang relevan dengan situasi saat ini, sekalipun naskah telah ditulis dan sempat dipentaskan oleh Nano Riantiarno pada 1978. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Kini, di bawah arahan sang putra, Rangga Riantiarno, lakon J.J Sampah-Sampah Kota dikemas dengan versi lebih kekinian dan dikatakan tanpa ada perubahan cerita. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Kisahnya berfokus pada kehidupan sepasang suami dan istri Jian dan Juhro yang hidup di sebuah gubuk di kolong jembatan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Set cerita ini dibagi ke dalam tiga tingkatan, di bagian panggung paling atas ada Mandor Kepala, yang mengusik dan menjadi penyebab awal kekacauan.  (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Lalu di tengah atau di atas jembatan ada Para Pemutus sebuah potret yang merujuk pada penguasa. Sementara itu, para penghuni kolong jembatan, ada di tingkatan paling bawah. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Beberapa potret itu bisa dikatakan cukup relevan dan menjadi sebuah kritik sosial atas kondisi yang terjadi belakangan ini. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Secara tersirat, pentas ini juga menyuguhkan gambaran praktek korupsi, repotnya birokrasi, masalah HAM yang tak mendapat perhatian, serta si miskin yang kerap dipersulit karena tak punya duit. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)