Produce X 101 dan di Balik Riuh Acara Pencarian Bakat K-Pop

CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 15:50 WIB
Produce X 101 dan di Balik Riuh Acara Pencarian Bakat K-Pop Beberapa tahun terakhir, survival show atau pencarian bakat jadi salah satu tontonan favorit penggemar K-pop dan peluang emas bagi agensi hiburan. (dok. YouTube/Mnet)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manipulasi perhitungan suara dalam Produce X 101 menambah skandal yang terjadi pada 2019. Produce X 101 merupakan seri keempat dari kompetisi pencarian bakat 'Produce' yang dirilis Mnet.

Sejak beberapa tahun terakhir, survival show menjadi salah satu tontonan favorit penggemar K-pop. Salah satu tujuan acara tersebut adalah 'mempercepat' proses debut dari para trainee agensi.

Beberapa grup besar berasal dari survival show, seperti TWICE (Sixteen), WINNER (WIN: Who is Next), iKON (Mix & Match), Seventeen (Seventeen TV) serta Pentagon (Pentagon Maker).


Dari sejumlah saluran dan jaringan televisi di Korea, Mnet salah satu yang memiliki banyak survival show dimulai dari Superstar K. Acara yang tayang sejak 2009 tersebut telah melahirkan banyak penyanyi ternama seperti Seo In-guk, Huh Gak, John Park dan Roy Kim.

Selain itu, Mnet juga menayangkan survival show lainnya seperti NO.MERCY, Unpretty Rapstar, Show Me The Money, Finding Momoland, Produce dan Idol School.

Survival show tersebut memiliki konsep dan sistem yang membuat penggemar bisa menemukan calon idol berbakat yang layak tampil di atas panggung dan debut sebagai idol.

Pemberian suara secara daring memberi pengaruh kuat dalam acara idol K-pop dan membantu grup pemenang bisa langsung menikmati basis penggemar yang terbentuk sebelum mereka resmi debut.

'Produce' disebut-sebut menjadi saluran menjanjikan debut calon bintang K-pop dan yang tersukses dalam 10 tahun terakhir berdasarkan perhitungan suara dari penggemar.

Survival show tersebut menghasilkan grup ternama mulai dari I.O.I (musim pertama), WANNA ONE (musim kedua) dan IZ*ONE (musim ketiga).

Tak hanya itu, 'Produce' juga membantu musisi berbakat yang tak memiliki agensi di awal karier seperti Kim Jae-hwan eks-WANNA ONE. Para idol jebolan acara tersebut juga membantu menaikkan pamor agensi mereka di luar empat agensi besar, alias BIG 4 yaitu SM, JYP, YG dan Big Hit Entertainment.

Wanna One merupakan salah satu grup hasil dari survival show.Wanna One merupakan salah satu grup hasil dari survival show. (Screenshoot via Instagram/@wannaone.official)

Selain itu, 'Produce' juga membantu memulihkan bahkan menaikkan ketenaran grup yang telah debut sebelumnya, seperti NU'EST. Grup Pledis Entertainment tersebut telah debut sejak 2012 melalui single 'Face'.

Namun grup ini tak secerah pendahulunya, After School dan juniornya, Seventeen. Hingga pada 2017, empat anggota NU'EST mengikuti Produce 101 dan Minhyun berhasil debut dalam WANNA ONE.

Sejak saat itu, NU'EST pun mulai bersinar kembali dan memenangkan sejumlah penghargaan seperti Global Artist Top 10 V Live Awards 2018 dan Male Idol of the Year Brand of the Year Awards 2019.

Meski memberikan banyak manfaat bagi agensi dan artis, Produce kini menghadapi permasalahan. Pada musim terakhir (Produce X 101), penonton menduga Mnet memanipulasi perhitungan suara dan telah menentukan pemenang sebelum kompetisi resmi dimulai.

Melansir Yonhap, Mnet tak berkomentar sama sekali hingga akhirnya polisi menemukan bukti dugaan manipulasi tersebut dan sempat menahan sejumlah petinggi acara Produce X 101.

Pada Kamis (7/11), polisi menyatakan PD Ahn Joon-young, salah satu petinggi acara Produce X 101, mengaku menerima suap dalam bentuk jasa dengan imbalan perubahan perhitungan suara untuk trainee di Produce X 101 dan Produce 48.

Polisi meyakini PD Ahn Joon-young menerima ragam bentuk suap dari sejumlah agensi di pusat hiburan dewasa kawasan Gangnam.

Direktur Produksi CJENM itu disebut telah menerima suap tersebut lebih dari 40 kali sejak Juli 2018 yang setara dengan 100 juta won atau sekitar Rp1,2 miliar.

Hal itu membuat X1 hingga kini belum menandatangani kontrak eksklusif meski telah debut dari beberapa bulan lalu. Tak hanya itu, konser comeback IZ*ONE juga ditunda dan rencana penampilan mereka di sejumlah variety show dibatalkan.

Banyak warganet yang mulai menyuarakan pembubaran X1 dan IZ*ONE. Namun, pakar budaya Korea Ha Jae-keun mengatakan hal tersebut bukan kesalahan para trainee atau idol.

"Para penyanyi tak bersalah, mereka tak terlibat dalam manipulasi tersebut. Mereka hanya melakukan yang terbaik. Agensi dan televisi yang seharusnya disalahkan, bukan para penyanyi," tutur Ha Jae-keun.

Kini, skandal manipulasi suara 'Produce X 101' masih bergulir dengan penyelidikan yang terus dilakukan oleh pihak kepolisian. (chri/end)