Chris Evans Protes Ide 'Hidupkan' Kembali James Dean di Film

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 16:31 WIB
Chris Evans Protes Ide 'Hidupkan' Kembali James Dean di Film Chris Evans dan sejumlah bintang Hollywood lain memprotes keras terkait rencana 'menghidupkan' aktor James Dean menggunakan CGI untuk peran di film baru. (dok. Sunset Boulevard/Corbis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Chris Evans dan sejumlah bintang Hollywood lain memprotes keras terkait rencana 'menghidupkan' aktor James Dean menggunakan CGI untuk peran di film baru.

Baru-baru ini, ikon yang wafat 64 tahun silam itu diinformasikan bergabung dalam proyek film 'Finding Jack,' adaptasi dari novel Gareth Crocker dengan judul sama.

Kala itu, dilaporkan bahwa keluarga Dean telah menyetujui pembuatan ulang sosok sang aktor menggunakan CGI, berdasarkan rekaman dan foto-fotonya.


Sementara, suara Dean dalam karakter itu akan diisi oleh aktor lain. Produksi film yang menggunakan latar Perang Vietnam itu dilaporkan akan mulai bulan ini, dengan dijadwalkan rilis 11 November 2020.

Terlepas dari ucapan sutradara Anton Ernst bahwa ia dan rekannya, Tati Golykh yang berjanji, 'mengambil setiap tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa warisannya [James Dean] sebagai salah satu bintang film paling epik hingga saat ini tetap utuh," bintang-bintang termasuk Chris Evans dan Elijah Wood mengkritik langkah tersebut di media sosial.

"Saya yakin [Dean] akan terkejut. Ini mengerikan. Mungkin kita juga bisa mendapatkan teknologi komputer untuk melukis sebuah Picasso baru bagi kita, atau menulis beberapa lagu John Lennon. Kurangnya pemahaman di sini sangat memalukan," tulis pemeran Captain America itu.




Sementara Elijah Wood secara singkat mengungkapkan ketidaksepakatan akan hal tersebut. "Tidak. Ini seharusnya tidak menjadi sesuatu," katanya.



Zelda Williams, putri aktor dan komedian Robin Williams, menyatakan tidak setuju dalam serangkaian tweet.

"Saya telah berbicara dengan teman-teman tentang ini selama bertahun-tahun dan tidak ada yang pernah percaya saya bahwa industri akan merosot serendah ini setelah teknologi membaik," tulisnya dalam kicauan pertama.

"Aksi publisitas atau bukan, ini memperalat orang mati hanya untuk 'pengaruh' mereka dan itu menjadi preseden buruk untuk masa depan pertunjukan." lanjutnya.





Finding Jack merupakan sebuah adaptasi dari novel Gareth Crocker dengan judul sama dan menyangkut pengabaian 10 ribu anjing militer di akhir perang.

Film ini bercerita tentang Fletcher Carlson, seorang jurnalis yang bergabung dengan tentara setelah kehilangan istri dan anaknya.

Niat dirinya untuk bergabung pada awalnya adalah agar dia bisa terbunuh dalam pertempuran, tetapi dia justru berteman dengan seekor anjing yang terluka dan memberinya nama Jack.

Diberitakan NME, James Dean merupakan aktor yang menjadi ikon dari kegemaran remaja di masanya. Ia juga dikenal dengan karakter remaja bermasalah Jim Stark dalam film Rebel Without a Cause (1955).

Dua peran lain yang menandai ketenarannya adalah sebagai penyendiri Cal Trask di East of Eden (1955) dan di Jett Rink in Giant (1956).

Sepanjang kariernya, Dean hanya memiliki tiga peran di film tersebut, yang sekarang telah dianggap klasik. Kariernya terhenti setelah mengalami kecelakaan mobil dan meninggal dunia pada usia 24 tahun.

Finding Jack akan mulai syuting akhir bulan ini, dengan jadwal tayang yang direncanakan pada 11 November 2020, bertepatan dengan Hari Veteran. (agn/end)