Baskara '.Feast' Gagas Gerakan Perlindungan Penonton Musik

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 20/10/2019 19:01 WIB
Baskara '.Feast' Gagas Gerakan Perlindungan Penonton Musik Baskara (kiri) mengajak penonton acara musik untuk sama-sama saling menjaga agar tak ada kejadian yang merugikan. (dok. Feast)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vokalis band .Feast Baskara Putra dan solois Kunto Aji menggagas gerakan perlindungan terhadap penonton acara musik. Mereka membuat video singkat bertuliskan S.O.S (Save Our Soul) yang bisa diputar saat penonton acara musik mengalami gangguan.

Lewat akun Twitter @wordfangs Baskara menjelaskan bahwa bentuk gangguan tersebut bermacam-macam. Di antaranya adalah sesak nafas, kehilangan barang pribadi, sampai tindak pelecehan.

"Teman-teman silakan download dan save di HP. Mulai sekarang, kami akan selalu mensosialisasikan tanda ini ke penyelenggara dan keamanan acara," tulis Baskara.



Ia melanjutkan, "Jadi besok-besok enggak harus nunggu diperhatikan performer. Sesama teman-teman penikmat musik/pengunjung juga saling jaga ya."



Gerakan yang dilakukan Baskara bermula dari pengguna akun Twitter @Pujanggavati yang membuat utas. Ia menceritakan pengalaman menonton .Feast yang kemudian dilecehkan oleh penonton lain.

"Bikin gerakan yuk kalau bisa, buat nebas pelecehan seksual kayak gini. Tanda atau apa gitu?" tulis @Pujanggavati.

Ia melanjutkan, "Kadang kalau ada orang teriak atau ngomong gue juga enggak bisa dengar karena tuli sebelah. Jadi kudu verbal lip reading or sign language."



Baskara menjelaskan bahwa kejadian pelecehan seksual yang dialami @Pujanggavati saat .Feast tampil bukan yang pertama. Ia kesal karena pelecehan telah terjadi beberapa kali hingga akhirnya memutuskan untuk bergerak.

"Intinya ini semacam pencegahan dan solusi sementara, yang masih harus dicoba. Belum tentu efektif, tapi mendingan daripada enggak gerak sama sekali," kata Baskara kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.

Baskara melakukan gerakan ini karena merasa imbauan untuk tidak melakukan pelecehan seksual sudah tak cukup. Tentu yang sama-sama diharapkan adalah tidak lagi terjadi pelecehan seksual di acara musik. (adp/rea)