Ulasan Film: 'Avengers: Endgame'

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 08:30 WIB
Ulasan Film: 'Avengers: Endgame' 'Avengers: Endgame' bukanlah film yang digarap oleh Marvel Studios selama dua sampai tiga tahun, tapi digarap selama satu dekade. (Dok. Marvel Studios via imdb.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Avengers: Endgame bukanlah film yang digarap oleh Marvel Studios selama dua sampai tiga tahun, melainkan digarap selama satu dekade.

Secara teknis film ini memang dikerjakan dua sampai tiga tahun terakhir, tapi cerita sudah dimulai sejak 2008 saat film Iron Man rilis dan menjadi gerbang Marvel Cinematic Universe (MCU).

Marvel merancang cerita 21 film MCU dengan sangat matang. Setiap film memiliki cerita yang berkaitan satu sama lain walau tidak terlihat secara langsung.


Meski berangkat dari hulu yang sama, Marvel, dan dirilis dalam waktu yang berbeda-beda, semua film superhero tersebut bermuara di tempat yang sama, Avengers: Endgame.


Keterkaitan 21 film MCU dapat terlihat jelas di Avengers: Endgame, dari awal sampai akhir sangat banyak adegan yang berpotongan dengan film-film sebelumnya. Seperti pada awal film ketika formasi orisinal Avengers kembali berkumpul, mereka membahas kekalahan melawan Thanos yang terjadi di Avengers: Infinity War.

Alih-alih bahagia, sutradara Anthony Russo dan Joe Russo membangun suasana kelam pada adegan tersebut.

'Captain America' berjuang untuk kembali melawan Thanos dalam 'Avengers: Endgame'.'Captain America' berjuang untuk kembali melawan Thanos dalam 'Avengers: Endgame'. (Dok. Marvel Entertainment via Youtube)

Avengers seperti terbagi menjadi dua kubu, optimis dan pesimis. Bahkan mereka sempat berdebat hingga cukup tegang, seperti yang terlihat pada trailer.

Walau akhirnya, setelah melewati berbagai proses, mereka semua bersatu dan optimis kembali melawan Thanos. Proses itu menjadi titik berat cerita Avengers: Endgame yang secara keseluruhan diceritakan kurang lebih selama tiga jam.

Rasa menonton Avengers: Endgame serupa dengan rasa menaiki wahana roller coaster. Naik, turun, berkelok, hingga berputar. Rasa senang, sedih, khawatir, dan kesal bisa terasa dalam satu film pahlawan super ini. Mengaduk-aduk emosi.


Seperti kebanyakan film MCU, banyak adegan kelam dan menegangkan terselip dengan dialog humor. Salah satunya adalah ketika sedang menyusun rencana melawan Thanos, Thor tanpa banyak bicara mengambil Stormbreaker dan setuju dengan kehadiran Captain Marvel, seperti pada trailer.

Menyisipkan dialog humor pada adegan kelam dan menegangkan memang menjadi andalan Marvel. Hal ini pernah dilakukan saat adegan kubu Captain America dan kubu Iron Man baku hantam di film Captain America: Civil War (2016) atau ketika Asgard hancur dalam film Thor: Ragnarok (2017).

Namun jangan terlalu senang dulu dengan segala komedi yang disisipkan dalam film ini. Ingat, rasa sedih juga terasa saat menonton Avengers: Endgame.

Tony Stark sempat terombang-ambing di luar angkasa.Tony Stark sempat terombang-ambing di luar angkasa. (Dok. Marvel Entertainment via Youtube)

Emosi kelabu terasa salah satunya ketika Tony Stark dan Nebula terombang-ambing di luar angkasa. Tony merekam pesan untuk Pepper Potts dan menyatakan bahwa persediaan makanan habis dan oksigen menipis.

Bukan hanya sedih, rasa sakit hati juga terasa ketika menonton Avengers: Endgame. Anthony dan Joe sepertinya sengaja ingin membuat penonton patah hati. Keduanya juga pernah mengatakan hal serupa sebelum merilis Avengers: Infinity War.

Semua pencinta film Marvel pasti tahu bahwa 'Endgame' adalah babak akhir dari fase ketiga MCU. Setelah film ini, MCU masih berlanjut dengan memasuki fase keempat. Tentu dengan wajah pahlawan super yang baru.

Meski menakjubkan dari segi cerita dan emosi, film ini tetap memiliki kekurangan yang terletak pada efek visual. Ada beberapa efek visual yang sedikit kasar sehingga kurang nyaman dilihat.

Hanya ada sedikit pesan bagi yang ingin menonton Avengers: Endgame. Bagi penggemar setia Marvel, pastikan siap dengan memori 21 film superhero yang sudah ditonton. Teruntuk bukan fan MCU, alangkah bijaknya bila membekali diri dengan wawasan semesta film ini sebelum emosi diaduk-aduk selama tiga jam.

[Gambas:Youtube]

(end)