Horor James Wan di 'La Llorona' Masih Laku di Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 17:17 WIB
Horor James Wan di 'La Llorona' Masih Laku di Indonesia Film horor terbaru karangan James Wan, 'The Curse of La Llorona' ternyata masih mampu menarik penonton Indonesia saat negara lain mulai turun peminat. (Dok. Warner Bros Picture via www.thecurseoflallorona.net)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film horor terbaru hasil imajinasi James Wan, The Curse of La Llorona ternyata mampu berhasil menarik minat penonton Indonesia di tengah demam menjelang penayangan Avengers: Endgame.

Berdasarkan data box office terbaru dari Box Office Report, film horor yang diangkat dari legenda masyarakat Meksiko tersebut mampu mendulang US$1,6 juta atau setara dengan Rp22,5 miliar di akhir pekan pertamanya di Indonesia.

Pendapatan di Indonesia ini melebihi perolehan di Korea Selatan sebesar US$1,3 juta, India dan Rusia masing-masing sebesar US$1,1 juta.


Di pasar internasional, 'La Llorona' berjaya di Meksiko, tempat legenda ini berasal, dengan perolehan sebesar US$5,3 juta.


Setelah Meksiko, Kolombia mencatatkan diri di posisi kedua dengan US$2,4 juta. Kemudian Prancis dan Spanyol berada di depan Indonesia dengan US$2,1 juta dan US$1,7 juta.

Sedangkan di pasar domestik Amerika Utara, 'La Llorona' mencapai posisi puncak di akhir pekan Paskah yang tak menguntungkan. 'The Curse of La Llorona' diketahui berhasil mendapatkan US$25,5 juta di 3.372 titik di kawasan tersebut.

Sejauh ini, secara global, 'The Curse of Llarona' telah mengantongi pendapatan sebesar US$56,5 juta. Pendapatan ini jauh di atas biaya produksi yang hanya di kisaran US$9 juta.


Capaian 'La Llorona' ini menunjukkan film horor masih berjaya di sejumlah negara, salah satunya Indonesia yang kembali menyumbangkan pendapatan untuk karya James Wan.

Sejak kedatangan Saw (2004), Insidious (2010), dan The Conjuring (2013), kreasi dari Wan selalu diterima dengan hangat di Indonesia, baik dirinya sebagai sutradara maupun sebagai produser.

Ketiga film tersebut adalah ketika Wan menjadi sutradara, dan mendulang untung di Indonesia juga dunia. Ketika dirinya mencoba menjadi produser di Annabelle (2014), film tersebut meledak di berbagai negara, termasuk di Indonesia meski tak terdapat data box office yang pasti.

Kesuksesan Wan di Indonesia juga bisa dilihat saat ia duduk sebagai sutradara, penulis, juga produser dalam The Conjuring 2 (2016). Di Indonesia, film ini meraup US$12,5 juta, kedua terbesar di Asia setelah Korea Selatan.

[Gambas:Youtube]

Saat rilis Annabelle: Creation pada 2017, publik Indonesia masih menyumbangkan pendapatan ke kantong Wan. Film ini meraih total pendapatan US$9,8 juta di Indonesia, kembali kedua terbesar di Asia setelah Korea Selatan.

Film 'The Nun' pun juga mendulang untung di Indonesia. Film lepasan The Conjuring 2 ini meraup US$3,7 juta di Indonesia pada pekan pertama dan menjadi yang terbesar dari seluruh pasar internasional.

Secara keseluruhan, 'The Nun' meraih US$13,8 juta di Indonesia dan menjadi yang terbesar di Asia ketika Korea Selatan yang selama ini menjadi pasar film bagi Hollywood selain China, India, dan Jepang, The Nun hanya meraih US$7,8 juta, dan menunjukkan penurunan minat akan karya hantu dari James Wan. (end)


BACA JUGA