Lima Video Musik Lokal Pilihan Pekan Ini

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 19:33 WIB
Lima Video Musik Lokal Pilihan Pekan Ini NAIF meyakinkan bahwa 'Selama Ada Cinta', semua akan baik-baik saja. (Dok. twitter/@davidbayu)
Jakarta, CNN Indonesia -- CNNIndonesia.com kembali menghadirkan satu rubrik baru untuk pencinta musik. Kami akan memilihkan sejumlah video musik yang patut untuk Anda simak dan putar setiap pekannya.

Untuk edisi perdana, pekan ini video-video musik pilihan datang dari sejumlah band lawas yang masih berkumandang dengan lagu dan visual menyentuh seperti The Adams yang akhirnya kembali setelah 13 tahun.

Selain itu, Iwa K pun hadir kembali membawa visi nasional yang sangat layak didengar di panasnya kondisi politik saat ini. Berikut lima video musik pilihan dari CNNIndonesia.com untuk edisi debut:



SORE - Woo Woo [feat Leanna Rachel]

Setelah 'Rubber Song' yang konsepnya agak tidak terlalu SORE, Woo Woo datang menawarkan rasa berbeda. Tak main-main, visualnya berupa film pendek berjudul serupa, Woo Woo (Or Those Silence That Kills You and Me). Kisahnya tentang Ali, seorang pemuda yang tak punya siapa-siapa kecuali sepi.

Di kota besar seperti Jakarta, sepi adalah kawan. Namun yang dirasakan Ali tampaknya bukan sekadar sepi biasa. Dalam video, digambarkan dia melakukan apapun sendirian, sampai akhir durasi lima menit.

SORE mengajak Leanna Rachel dalam lagu ini, tempo musik tidak terlalu pelan, masih cukup untuk mendengar lirik kesendirian dan merasakan sepi-nya Ali di antara sekian banyak orang dan kesibukan yang mengelilinginya.

[Gambas:Youtube]


The Adams - Masa-masa

Sebenarnya, yang satu ini masih berupa video lirik. Namun The Adams adalah salah satu band legendaris kota Jakarta, dan mereka selalu punya ciri menyenangkan dalam musiknya. Plus, sudah lama sekali mereka tak mengeluarkan album.

Masa-masa dimulai dengan intro yang sangat The Adams, persis sebagaimana band yang kita kenal dulu ketika mendendangkan "Jam sembilan malam aku pulaaang," dalam Konservatif. Tidak ada yang sulit dari lagu ini, kecuali menerima keindahan masa yang telah berlalu.

Hal itu tak hanya didukung oleh lirik lugas seperti "Semangat bicara hal yang telah lama, masa SMA. Perihal yang lucu waktu ke waktu yang telah berlalu, liar menderu. Seiya sekata bersama-sama," namun juga kolase foto-foto kawan, rekan, pendukung, orang-orang penting sebagai latar belakang video.

Konsep yang sederhana namun sangat menyentuh! Bahwa sejauh apapun perjalanan kita, ke mana arah kehidupan membawa, akan selalu ada orang-orang yang kita ingat selamanya. "Masa-masa indah janganlah lupa," kata The Adams.

[Gambas:Youtube]


NAIF - Selama Ada Cinta [feat Indra Lesmana]

NAIF, sebuah nama besar di musik Indonesia. Semakin tua, semakin matang, mereka justru jadi makin asyik.

Memakai konsep video amatiran, proses pengambilan gambar Selama Ada Cinta memilih cara one take one shoot di sebuah rumah sewaan mahasiswa Indonesia di Australia. Di bawah cerahnya sinar matahari, para personel NAIF beraktivitas sehari-hari dengan tenang, karena mereka memiliki cinta itu. Dan jangan lepaskan pandangan dari layar, karena Indra Lesmana akan muncul tiba-tiba untuk beberapa detik saja.

Bahkan, menjelang akhir video, mereka menyempatkan diri menari dalam koreografi yang terlihat lucu, karena dilakukan oleh NAIF. Melalui Selama Ada Cinta, NAIF berhasil menyebarkan aura positif yang menyenangkan, sebagaimana seharusnya cinta itu sendiri.

[Gambas:Youtube]


Ardhito Purnomo - Superstar

Tahun ini tampaknya bisa jadi dimiliki oleh seorang Ardhito Purnomo, yang kelihatannya telah memiliki konsep dan arah lebih jelas dari sebelumnya. Dari soal penampilan sampai video musik, dia akan dengan mudah memenangkan hati banyak gadis.

Setelah merilis Bitterlove yang menggoda untuk dicicipi pahitnya, Superstar punya musik ala 1960-an yang akan mengajak kaki berdansa, seumpama Anda duduk di depan komputer saat ini. Ardhito tampil sederhana, dengan memanfaatkan kecanggihan fitur Live di Instagram. Kontradiksi yang bahkan menjadikan video ini jadi lebih menarik.

Serunya, bila dicermati, lirik Superstar menceritakan rasanya jadi bintang di era teknologi sekarang, yang, yah, tak jauh juga dari kesepian. Ardhito menyampaikan secara gembira dan lucu, dengan nama-nama familiar muncul mengomentari aksi live sang penyanyi seperti Rendy Pandugo, Abigail Cantika, Audrey Tapiheru, Gamal dari GAC, sampai Isyana Sarasvati.

[Gambas:Youtube]


Iwa K - Beda [feat Mario Zwinkle]

Edisi debut ini ditutup oleh Beda dari Iwa K, featuring roaster Hellhouse, Mario Zwinkle. Iwa, senior dalam dunia hip hop Indonesia, mengusung konsep positif yang sebaiknya didengar lebih banyak penduduk Indonesia di tengah panasnya situasi menjelang Pemilu 2019.

Beda menjadi cara Iwa menyatukan hal-hal yang kerap dirasa jadi pemisah, dengan satu jawaban: cinta. Bernada nasionalis bahkan sampai menyinggung sejarah kerajaan Indonesia dan selipan bunyi gamelan, lagu ini jadi makin istimewa karena ada narasi dari Presiden Soekarno yang berbicara soal keragaman yang dipersatukan Pancasila.

Sebuah hal yang tampaknya belakangan ini kerap dipublikasikan warga Indonesia.

Oh! Jangan lupakan juga seksi brass yang memberi warna mewah di lagu ini. Visualnya sendiri sangat sederhana, namun sekali lagi, lagu ini sudah punya tema yang amat kuat.

"Terserah, aku takkan goyah, ini bukanlah harga yang murah. Keberagaman ini adalah berkah bagi negeri nan gemah dan ripah, loh jinahwi. Mengakar peradaban insani yang takkan pernah kau pahami bila yang kau pelajari hanya doremi," kata Iwa.

[Gambas:Youtube]

(rea)