Ulasan Film: 'Extreme Job'

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 16:04 WIB
Ulasan Film: 'Extreme Job' Film 'Extreme Job' punya racikan rahasia mengombinasikan aksi dan komedi sehingga mampu menjadi film terlaris kedua dalam sejarah perfilman Korea Selatan. (dok. CJ Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kisah kebodohan para polisi dalam Extreme Job mungkin terkesan norak dan 'receh' sebelum melihatnya. Namun tanpa diduga, film ini mampu menawarkan hiburan yang bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak mengendurkan saraf akibat pekerjaan.

'Efek samping' dari film ini memang tidak seekstrem sampai membuat menangis atau sakit perut karena tertawa. Tapi setidaknya, pengalaman tertawa yang dialami menjadi alasan rasional mengapa penjualan tiket film ini meroket dan bertahan di puncak box office Korea Selatan.

Berdasarkan data Dewan Perfilman Korea yang dikutip pada Kamis (21/2), film ini telah menjual lebih dari 14,9 juta tiket dan menjadi film nomor dua terlaris dalam sejarah perfilman Korea. Film ini mengalahkan favorit saya, Along with the Gods: The Two Worlds (2017) yang kini harus ada di posisi tiga dengan catatan penjualan 14,4 juta tiket.


Extreme Job, dalam durasinya selama 111 menit, sejatinya hanya menawarkan kisah film aksi yang berbalut dengan komedi dari tingkah laku kelima bintang utamanya dalam mengejar gembong narkoba. Namun perjalanan mereka menjadi amat kocak kala menemukan 'bakat' lainnya, menjalankan bisnis warung ayam.


Cerita bermula ketika tim anti narkoba yang dipimpin oleh Kapten Go (Ryu Seung Ryong) dan beranggotakan empat detektif: Jang (Lee Hanee), Young Ho (Lee Dong Hwi), Ma (Jin Seon Kyu), Jae Hoon (Gong Myung), menyelidiki peredaran narkoba yang dijalankan oleh kartel internasional, Moo Bae (Shin Ha Kyun).

Di tengah usaha mereka yang terlihat bodoh dan sia-sia, Detektif Choi (Song Young Kyu) siap menyalip karier seniornya, Kapten Go. Go yang mulai sadar dirinya tak memiliki kecakapan dalam menyelesaikan misi pun merasa frustrasi. Terlebih, tekanan atasan yang siap untuk membubarkan tim yang ia pimpin terus membayangi.

Sampai suatu kali, di tengah rasa frustrasi mengintai Moo Bae dan di tengah warung ayam yang juga berada di ambang tutup, sebuah ilham dari langit datang. Kapten Go cs pun berencana membeli warung ayam itu sebagai tempat pengintaian.

Kapten Go dan anak buahnya mengintai target mereka dari warung ayam yang bangkrut.Kapten Go dan anak buahnya mengintai target mereka dari warung ayam yang bangkrut. (dok. CJ Entertainment)

Namun takdir kadang punya skenario sendiri. Siapa sangka, warung ayam tersebut mulai kebanjiran pelanggan dan mereka mau tak mau menjalankan usaha tersebut. Bermodal ayam goreng saus iga bakar racikan asal dari Ma, mereka mendulang popularitas.

Sekilas kisahnya memang terkesan aneh dan 'ngasal'. Namun penulis Bae Se Young pintar meracik adegan demi adegan yang sanggup mengundang tawa. Bahkan, 10 menit awal saja sudah ada adegan yang membuat penonton ngakak.

Meski banyak adegan yang mengundang tawa, ciri drama Korea tak bisa lepas dari Extreme Job, yaitu bagian tengah cerita yang cukup membosankan. Tempo tampak sengaja diperlambat dengan memperlebar cerita dan mengurangi adegan pengundang gelak tawa.


Apalagi, sebagai film aksi-komedi, sebenarnya Extreme Job tak banyak memiliki adegan action. Bahkan, cenderung lebih banyak unsur komedi dan drama dibandingkan aksi laga para pemainnya.

Penulis Bae baru menempatkan adegan dan cerita yang menarik menuju akhir film. Kali ini, dahaga akan aksi laga dicampur komedi tersaji komplet dan memuaskan. Ibarat kata, penonton dibuat lapar terlebih dahulu baru kemudian diberikan menu spesial.

Beruntungnya, trik ini dapat dimainkan dengan baik oleh sutradara Lee Byeong Heon. Lee bahkan menambahkan dengan penggambaran ala 'lebay' bin 'norak' yang anehnya membuat film ini semakin terasa kocak tanpa membuatnya menjadi sesuatu yang mengundang hinaan.

[Gambas:Instagram]

Banyak aksi para aktor Extreme Job, ataupun pengambilan gambarnya, menjadi bumbu menyenangkan dari film ini meski tak menampilkan banyak aksi slapstick. Semua masih dalam ambang batas 'normal'.

Pujian patut diberikan untuk para aktor. Ryu Seung Ryong yang memang sudah dikenal lihai sebagai aktor karakter bisa membawa gejolak emosi dan kegalauan karakter Go dengan baik, tanpa berlebihan.

Meski Ryu sebagai aktor senior tampil dengan amat baik dalam film ini, bisa dibilang karakter Go yang ia bawa sebenarnya tak akan mampu membuat film ini mendulang kesuksesan tanpa empat karakter lainnya.

Extreme Job menjadi film kedua terlaris sepanjang masa di Korea Selatan.'Extreme Job' menjadi film kedua terlaris sepanjang masa di Korea Selatan. (dok. CJ Entertainment)

Empat karakter tersebut, Jang (Lee Hanee), Young Ho (Lee Dong Hwi), Ma (Jin Seon Kyu), Jae Hoon (Gong Myung) dengan segala tingkah dan aksi laga mereka sejatinya adalah faktor yang membuat penonton merasa nyaman dan betah melihat Extreme Job.

Dengan segala racikan dan menu yang disajikan Extreme Job, maka wajar adanya ketika penonton masih ingin melihatnya lagi dan mendulang penjualan yang 'ekstrem'.

Meski film aksi komedi sudah banyak beredar dalam sejarah perfilman, Extreme Job masih terbilang layak menjadi rekomendasi ketika Anda membutuhkan hiburan pengendur saraf namun tetap ingin mendapatkan aksi yang seru.

Di Indonesia, Extreme Job tayang sejak 20 Februari 2019 di jaringan CGV dan Cinemaxx.

[Gambas:Youtube] (end)


BACA JUGA