21 Savage Tak Peduli soal Grammy saat Ditahan Imigrasi

Tim, CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 17:43 WIB
21 Savage Tak Peduli soal Grammy saat Ditahan Imigrasi Rapper 21 Savage tak bisa hadiri Grammy karena ditahan imigrasi. (Reuters/Andrew Kelly/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapper 21 Savage tidak memikirkan Grammy Awards 2019 saat mendekam dalam penjara. Padahal ia hampir tak disebut maupun disinggung dalam ajang penghargaan musik bergengsi yang digelar di Staples Center, Los Angeles, Minggu (10/2) malam waktu Amerika itu.

Pemilik nama asli Shayaa Bin Abraham-Joseph itu tak bisa menghadiri Grammy karena ia ditahan selama sembilan hari oleh imigrasi di Georgia sejak 2 Februari lalu. Itu karena ia disebut melebihi visanya untuk tinggal di AS, bahkan sampai satu dekade.

Ia kemudian bebas dengan jaminan pada Rabu (13/2) lalu. Menurut laporan Atlanta Journal Constitution yang dikutip Reuters, 21 Savage dijamin sebesar US$100 ribu.



21 Savage menerima dua nominasi Grammy Awards atas kolaborasinya lewat lagu Rockstar bersama Post Malone. Namun diwawancara The New York Times setelah keluar dari penjara, ia mengaku tidak stres soal ajang musik yang tak bisa dihadirinya itu.

"Saya stres untuk bisa keluar [dari penjara]. Grammy adalah Grammy, tapi ketika kalian dalam penjara, Grammy bukan apa-apa," kata 21 Savage mengingat saat dipenjara.

Status tahanan dengan jaminan tak serta merta membuat 21 Savage bebas bergerak. Ia masih terancam dideportasi karena secara jangka panjang kasusnya belum selesai.


Petugas imigrasi menyebut 21 Savage datang ke AS dari Inggris sejak 2005 lalu, saat usianya masih belia. Sebelum masalah imigrasi, ia pernah terjerat kasus narkotika di Georgia pada 2014. Namun itu semua tak menghalanginya mendapat nominasi Grammy, meski kemudian tak bisa hadir, bahkan tak juga keluar sebagai pembawa pulang piala.

"Saya tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan, semua orang di gedung itu [Staples Center tempat Grammy] yang terhubung dengan budaya ini. Saya ada dalam pikiran mereka, entah bagaimana caranya. Itu yang penting," kata 21 Savage seperti dikutip Vulture.

Ia melanjutkan, "Mereka tidak perlu mengatakannya karena semua orang tahu itu. Itu tertulis di udara. Semua yang berada di sana, mengucapkan kata-kata lain yang sama pentingnya. Semua artis besar yang bersuara tentang situasi ini, saya sangat menghargai."


Seperti diketahui, Grammy Awards tahun ini bisa disebut yang paling 'hitam' dan sangat vokal soal imigran serta kulit berwarna. Mulai dari pembawa acara, penampil, sampai pemenang, kebanyakan dari kulit berwarna, meski beberapa dari mereka memutuskan absen.

Setelah dilepaskan, 21 Savage disebut masih punya beberapa jadwal konser. Namun belum dipastikan apakah ia benar-benar akan hadir dan apakah statusnya di imigrasi--yang tentu berhubungan dengan izin kerja di AS--bakal memengaruhi konser-konsernya itu. (adp/rsa)