FOTO: Kisah Seorang Muslim Kuncen Makam Yesus

AFP, Reuters , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 07:29 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi Adeeb Joudeh, tugas menjadi kuncen Gereja Makam Suci yang diyakini tempat Yesus dimakamkan adalah sebuah kehormatan, meski ia adalah seorang Muslim.

<p>Bagi Adeeb Joudeh, tugas menjadi kuncen Gereja Makam Suci yang diyakini tempat Yesus dimakamkan adalah sebuah kehormatan, meski ia adalah seorang Muslim. (REUTERS/Ronen Zvulun)</p>
<p>Menjadi kuncen bangunan suci umat Kristiani adalah takdir yang Joueh terima. Sejak ratusan tahun yang lalu, nenek moyangnya telah memegang kunci bangunan kuno tersebut. (REUTERS/Ronen Zvulun)</p>
<p>Menurut Joudeh, klannya adalah salah satu keluarga tertua di Yerusalem. Konon, tugas sebagai kuncen tersebut diberikan oleh Salahuddin Al-Ayyubi, penakluk Yerusalem dari Tentara Salib pada 1187. (REUTERS/Ronen Zvulun)</p>
<p>"/>
<p>Keluarga tertua lainnya di Yerusalem, Nusseibehs, dipercaya untuk membuka dan menutup pintu gereja tersebut, hingga kini. (REUTERS/Ronen Zvulun)</p>
<p>Joudeh mengatakan kunci dengan panjang 30 centimeter dan berat 250 gram tersebut telah berusia setidaknya 800 tahun. Salinan kunci yang juga ia pegang telah lapuk dimakan usia. (REUTERS/Ronen Zvulun)</p>
<p>"/>
<p>"/>
<p>Kota tua Yerusalem memiliki sejumlah situs suci bagi tiga agama monoteisme terbesar di dunia, Kristen, Islam, dan Yahudi. Status kota ini pun masih jadi perdebatan antara Israel, Palestina, dan dunia. (REUTERS/Ronen Zvulun)</p>
<p>Namun akademisi Kristen, Yisca Harani menyebut memiliki keluarga Muslim yang bertanggung jawab atas kunci dan pintu gereja suci umat Kristiani tersebut menjadi cerminan menjaga keharmonisan antar umat beragama. (REUTERS/Ronen Zvulun)</p>