FOTO: Perempuan-perempuan Pemberi Nyawa Sajak Chairil Anwar

Agniya Khoiri , CNN Indonesia | Senin, 13/11/2017 21:30 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Penyair Chairil Anwar dihidupkan dalam pertunjukan teater bertajuk Perempuan Perempuan Chairil di bawah produksi Titimangsa Foundation, akhir pekan lalu.

<p>Penyair Chairil Anwar dihidupkan dalam pertunjukan teater bertajuk Perempuan Perempuan Chairil di bawah produksi Titimangsa Foundation, akhir pekan lalu, 10-11 November. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)</p>
<p>Cinta dan perempuan adalah inspirasi bagi Chairil Anwar, meski dua hal itu pula yang membuat hidupnya terempas. Ia banyak menuliskan itu ke dalam sajak-sajaknya. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)</p>
<p>Di bawah arahan sutradara Agus Noor, lakon kisah cinta Chairil dibagi ke dalam empat babak, sebagai gambaran hubungannya dengan empat perempuan, Ida Nasution, Sri Ajati, Sumirat, dan Hapsah. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)</p>
<p>Kisah tersebut diadaptasi dari buku Chairil karya Hasan Aspahani, tentang empat perempuan yang tak sama dalam empat cerita yang berbeda. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)</p>
<p>Diperankan Reza Rahadian, babak pertama pentas ini menampilkan hubungan Chairil dengan Ida Nasution (Marsha Timothy) sebagai mahasiswi, penulis hebat dan pemikir kritis. Ia bahkan bisa menyaingi intelektualisme Chairil ketika berdebat dan tak mempan akan rayuannya. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)</p>
<p>Pada babak kedua, diceritakan kisah Chairil bersama Sri Ajati (Chelsea Islan), seorang mahasiswi yang bergerak di tengah pemuda-pemuda hebat pada zamannya. Gadis lugu yang menunjukkan bagaimana ia diidolakan banyak pria dan gemar mengikuti main teater, serta jadi model lukisan. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)</p>
<p>Selanjutnya, kisah Chairil bersama Sumirat (Tara Basro), seorang terdidik yang lincah. Ia tahu benar bagaimana menikmati keadaan, mengagumi keluasan pandangan Chairil, menerima dan membalas cinta Chairil dengan sama besarnya, meski akhirnya cinta itu kandas. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)</p>
<p>Ujungnya, Chairil disadarkan oleh Hapsah (Sita Nursanti). Perempuan yang memberi anak pada Chairil itu begitu berani mengambil risiko mencintai Chairil karena tahu lelaki itu akhirnya akan berubah. Ia tahu Chairil menyadari bahwa dirinya benar. Bersama Hapsah lah Chairil tahu ia lelaki biasa. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)</p>
<p>Selama 120 menit, pertunjukan yang diproduseri oleh Happy Salma itu dipentaskan pada Sabtu-Minggu, 10 dan 11 November di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)</p>


BACA JUGA