Teater Hologram, 'Kembalinya' Para Selebriti yang Telah Tiada

Rizky Sekar Afrisia , CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 17:55 WIB
Teater Hologram, 'Kembalinya' Para Selebriti yang Telah Tiada Hologram USA akan 'membangkitkan' kembali selebriti yang telah tiada dalam bentuk hologram. (Ilustrasi/REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selebriti-selebriti yang telah tiada akan kembali mewarnai Hollywood mulai 11 November.

Mereka ‘dibangkitkan’ kembali oleh Alki David, pemilik Hologram USA. Sebagai pemilik FilmOn, David menggagas FilmOns’s Hologram USA Theater untuk menghadirkan kembali wujud-wujud selebriti yang telah tiada untuk dipentaskan di Hologram Theater di Hollywood.

Itu merupakan teater hologram pertama yang pernah ada.


Lokasinya di sebuah gedung teater tua di Hollywood Boulevard yang sudah ada sejak 1920. Pada 1970-an, tempat itu menjadi pusat sinema porno Pink Pussycat. Setelah itu peruntukannya berubah menjadi gereja selama bertahun-tahun, sebelum menjadi yang sekarang.

Perusahaan yang ‘membangkitkan’ para selebriti itu sama seperti yang pernah membawa Tupac Shakur ‘hidup’ kembali untuk tampil bersama Dr. Dre dan Snoop Dogg di Coachella 2012.

Selebriti pertama yang akan ‘dihidupkan’ secara virtual adalah Billie Holiday. Rencananya ia akan menghibur penonton seakan ia masih hidup, lewat ‘Billy Holiday Alive!’


“Itu adalah pertunjukan asli berdasarkan talenta sang penyanyi yang luar biasa dan hidupnya yang tragis,” kata David menjelaskan. Holiday akan tampil pada 11 November.

Setelah itu, David melanjutkan, akan ada Jackie Wilson yang diberi ruang pertunjukan bertajuk ‘Jackie Wilson: The Return.’ “Di mana Anda bisa merasakan sang Mr. Showbiz.”

Diprediksi akan sukses, perusahaan yang sama berencana membuka Hologram USA di 100 lokasi di Amerika Serikat. Salah satu yang menjadi targetnya adalah auditorium berusia 89 tahun di Chicago. Saat ini tempat itu sudah disiapkan dengan segala teknologi ilusi nan canggih.


Nantinya ia akan disebut Avalon Regal Theater.

Ketika semua tempatnya sudah siap, David berencana menyuguhkan pertunjukan langsung di seluruh teater yang ia punya. “Tapi untuk membuat 100 panggung hologram sekali pakai itu akan sangat mahal,” katanya, seperti dikutip dari Lonely Planet.

Namun jika semua sudah terkalibrasi dan siap, “Tidak ada batas konten dan acara seperti apa yang bisa ‘dihidupkan’ oleh teknologi hologram kami.” (rsa)