FOTO: Terpesona Liukan Penari Telanjang 'Le Crazy Horse'

AFP PHOTO & Reuters , CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 09:35 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Le Crazy Horse Saloon atau Le Crazy Horse de Paris bukan kabaret biasa. Para penampilnya adalah perempuan-perempuan telanjang yang didukung seni cahaya.

Le Crazy Horse Saloon atau Le Crazy Horse de Paris bukan kabaret biasa. Para penampilnya adalah perempuan-perempuan telanjang. (AFP PHOTO / GEOFFROY VAN DER HASSELT)
Perempuan-perempuan itu meliuk sensual bergantian, tampil menggoda bagi para penontonnya. Di sela-sela pertunjukan, ada sulap atau penampilan lainnya. (AFP PHOTO / GEOFFROY VAN DER HASSELT)
Tak heran jika pertunjukan yang diperkaya tata lampu panggung dan kostum itu juga terkenal di kalangan pesulap serta penampil lain, tanpa harus melepas busana. (REUTERS/Edgar Su)
Setiap pertunjukan biasanya berlangsung selama 90 menit, dan ada temanya masing-masing. Namun para perempuan telanjang tak sekadar memamerkan tubuh. Mereka juga punya keahlian seni untuk tampil menari diselingi humor yang membuat penonton tertawa dan terhibur. (AFP PHOTO / GEOFFROY VAN DER HASSELT)
Le Crazy Horse Saloon didirikan pertama kali oleh Alain Bernardin pada 1951. Saat itu, perempuan-perempuan telanjang dibuat ‘seragam.’ Bentuk tubuh, tinggi, bahkan ukuran payudara mereka sengaja dibuat agar tak bisa dibedakan satu sama lain di atas panggung. (REUTERS/Edgar Su)
Bernardin mengoperasikan sendiri bisnis itu selama bertahun-tahun, sampai ia meninggal bunuh diri pada 1994. Bisnis sang ‘Hugh Hefner’ kemudian diturunkan ke anak-anaknya. (AFP PHOTO / GEOFFROY VAN DER HASSELT)
Tiga anak Bernardin sempat mewarisi bisnis itu sampai 2005. Le Crazy Horse Saloon kemudian berpindah tangan dan tak hanya ada di Paris. Mereka buka ‘cabang’ di Las Vegas. (AFP PHOTO / GEOFFROY VAN DER HASSELT)
Setiap hari, mereka punya pertunjukan dengan judul berbeda-beda. Di Paris, Le Crazy Horse Saloon berada tak jauh dari Menara Eiffel. Kelompok legendaris itu menempati sebuah bekas gudang anggur raksasa, 12 gudang yang disatukan, di 12 Avenue George-V. (AFP PHOTO / GEOFFROY VAN DER HASSELT)
Memeringati ulang tahun ke-65, Le Crazy Horse Saloon untuk pertama kalinya mendekat pada publik. Tak sekadar tampil, mereka mengundang publik untuk datang ke balik layar.  (AFP PHOTO / GEOFFROY VAN DER HASSELT)
Di sana, publik bisa menyaksikan bagaimana perempuan-perempuan penampil berdandan, merias diri dan memilih kostum. Mereka bahkan punya ruang khusus untuk rambut palsu. (AFP PHOTO / GEOFFROY VAN DER HASSELT)
Keputusan membuka diri ke hadapan publik untuk pertama kalinya itu juga diambil Le Crazy Horse Saloon dalam rangka merayakan European Heritage Days. Mereka dianggap sebagai salah satu warisan budaya Eropa. (AFP PHOTO / GEOFFROY VAN DER HASSELT)
Bukan hanya membuka pintu di ‘markasnya,’ Le Crazy Horse Saloon juga berkunjung ke Singapura. Rabu (11/10), liukan-liukan itu dipamerkan di hadapan media di Singapura. (REUTERS/Edgar Su)