Mengapa Tren Hidup Sehat Belum Berdampak Nyata bagi Kesehatan?

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 15:00 WIB
Pilates, stretching arms and couple in home for exercise, workout and warm up for wellness, health and yoga. Morning, apartment and happy man with woman bonding for calm, peace and flexibility
Ilustrasi. Wellness memang kian berkembang tapi dampak kesehatannya belum terlalu besar. (iStockphoto/Jacob Wackerhausen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gaya hidup sehat atau wellness semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Mulai dari rutin berolahraga, menjaga pola makan, memperbaiki kualitas tidur, hingga mengelola stres, semakin banyak orang yang berupaya menjaga kesehatan fisik dan mental.

Namun, meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya hidup sehat ternyata belum sepenuhnya sejalan dengan perbaikan kondisi kesehatan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi dalam menjalankan kebiasaan sehat.

Mengutip Nutraceutical Business Review, temuan Herbalife Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 menunjukkan hampir tiga dari empat responden di Indonesia kini menjalani aktivitas wellness yang lebih beragam. Sebanyak 71 persen responden juga mengaku lebih sering melakukan aktivitas tersebut dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, sembilan dari sepuluh responden menilai kesehatan holistik, yang mencakup aspek fisik, mental, dan emosional, sebagai hal yang sangat penting. Meski kesadaran meningkat, hasil survei yang sama menunjukkan masih ada kesenjangan antara niat dan penerapan gaya hidup sehat.

Tiga dari lima responden memang merasa kondisi kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka lebih baik dibandingkan tiga tahun lalu. Namun, banyak yang masih kesulitan mempertahankan rutinitas sehat karena keterbatasan waktu dan motivasi.

Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan, persoalannya bukan semata-mata kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, melainkan tantangan untuk mempertahankan kebiasaan sehat dalam jangka panjang.

Menurut dia, masyarakat membutuhkan dukungan dan panduan yang realistis agar gaya hidup sehat tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi bisa diterapkan secara berkelanjutan.

Pentingnya dukungan sosial untuk hidup sehat

Salah satu pendekatan yang mulai mendapat perhatian adalah social wellness, yakni upaya menjaga kesehatan dengan melibatkan lingkungan sosial, mulai dari keluarga, teman, hingga komunitas. Dukungan dari orang-orang terdekat dinilai dapat membantu seseorang mempertahankan motivasi dan membangun kebiasaan sehat secara konsisten.

Kebutuhan tersebut terlihat dalam survei yang sama. Sebanyak 74 persen responden di Indonesia menginginkan dukungan lebih besar untuk menjaga kesehatan fisik, 71 persen untuk kesehatan mental, dan 64 persen untuk kesehatan emosional.

Keterlibatan sosial juga mulai terlihat dalam kebiasaan sehari-hari. Hampir setengah responden mengaku pernah menyiapkan atau membawa makanan sehat untuk orang lain maupun berbagi pengalaman menjalani gaya hidup sehat. Sebanyak 89 persen dari kelompok tersebut bahkan melakukannya lebih sering dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Dukungan komunitas dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas sederhana, seperti berolahraga bersama, berbagi informasi mengenai nutrisi, hingga membangun kebiasaan makan sehat bersama keluarga.

Di sejumlah kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, misalnya, studio kebugaran dengan konsep kelompok kecil juga semakin berkembang. Selain berolahraga, peserta bisa berinteraksi dan membangun hubungan sosial dengan orang lain.

"Menjalani gaya hidup sehat bukan hanya soal kedisiplinan individu. Lingkungan yang suportif juga berperan membantu seseorang mempertahankan kebiasaan tersebut," kata Oktarianto.

Menurutnya, wellness perlu dipandang sebagai perjalanan bersama, bukan semata-mata tanggung jawab pribadi. Dengan dukungan sosial yang tepat, niat untuk hidup sehat diharapkan dapat berubah menjadi kebiasaan yang konsisten dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan.

(tis/tis)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA