Sama-sama dari Pancaran Sinar Matahari, Apa Beda UV-A dan UV-B?

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 07:30 WIB
Sama-sama dari Pancaran Sinar Matahari, Apa Beda UV-A dan UV-B?
ilustrasi kulit terpapar Sinar UV atau Ultra Violet. (Istockphoto/Metamorworks)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Berjemur di bawah sinar matahari kerap dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan vitamin D harian tubuh. Namun, sinar matahari memancarkan radiasi ultraviolet (UV) yang terbagi menjadi UV-A dan UV-B dengan karakteristik serta dampak yang berbeda bagi kesehatan kulit.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), UV-A memiliki panjang gelombang sekitar 315-400 nanometer, sedangkan UV-B berada pada rentang 280-315 nanometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbedaan Sinar UV-A dan UV-B pada Kulit

Perbedaan panjang gelombang menentukan sejauh mana sinar matahari dapat menembus lapisan kulit:

  •  UV-A: Mampu meresap lebih dalam hingga mencapai lapisan dermis. Paparan UV-A berperan besar memicu penuaan dini, munculnya kerutan, serta penurunan elastisitas kulit. 
  • UV-B: Sebagian besar diserap oleh lapisan epidermis (lapisan terluar kulit). UV-B merupakan penyebab utama kulit terbakar (sunburn) akibat paparan berlebihan.

Meski bekerja pada lapisan yang berbeda, baik UV-A maupun UV-B sama-sama berpotensi merusak struktur sel kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit jika terpapar secara kumulatif.

Peran UV-B dalam Pembentukan Vitamin D

Bagi masyarakat yang ingin memicu sintesis vitamin D alami dalam tubuh, jenis radiasi yang berperan langsung adalah UV-B.

National Institutes of Health (NIH) menjelaskan bahwa paparan UV-B membantu merangsang konversi senyawa 7-dehydrocholesterol di dalam kulit menjadi previtamin D3, yang kemudian diproses tubuh menjadi vitamin D3. Vitamin D ini krusial untuk penyerapan kalsium dan fosfor guna menjaga kesehatan serta kepadatan tulang.

Kendati demikian, tingkat pembentukan vitamin D pada setiap individu bervariasi karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya;

- Warna dan tingkat pigmentasi kulit
- Usia individu
- Waktu dan durasi pemaparan
- Ketebalan tutupan awan
- Penggunaan tabir surya (sunscreen)

Durasi Ideal Berjemur dan Waspada Indeks UV

Durasi berjemur tidak dapat disamaratakan bagi semua orang karena paparan sinar UV berlebih tetap berisiko merusak jaringan kulit.

Studi oleh Kift dkk. (2024) memperkirakan bahwa paparan sinar matahari di wilayah tropis sekitar garis khatulistiwa cukup dilakukan selama 3-15 menit untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian, bergantung pada warna kulit dan kondisi geografis.

WHO mengimbau masyarakat untuk menerapkan perlindungan ekstra dari paparan matahari-seperti menggunakan pakaian tertutup atau tabir surya-ketika indeks UV mencapai angka 3 atau lebih guna menekan risiko penyakit kulit jangka panjang.

(wiw)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA