Pramugara Super Air Jet Diduga Ditonjok Penumpang karena Pesawat Delay

CNN Indonesia
Kamis, 29 Okt 2026 06:45 WIB
Pramugara Super Air Jet Diduga Ditonjok Penumpang karena Pesawat Delay
Ilustrasi pesawat Super Air Jet (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pramugara diduga maskapai penerbangan Super Air Jet rute Lombok-Jakarta mengaku menjadi korban penganiayaan oleh seorang penumpang usai penerbangan mengalami penundaan jadwal atau delay. Insiden pemukulan tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi publik.

Pramugara pemilik akun Threads @exmanef tersebut menceritakan peristiwa tidak menyenangkan yang dialaminya saat bertugas pada Minggu (25/10).

Dalam unggahannya, korban mengungkap bahwa penumpang yang melakukan aksi pemukulan tersebut diduga merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di rumah sakit swasta di Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Basically beliau adalah Dokter spesialis penyakit dalam. Yang mana harusnya lebih mengerti kode etik di lingkup publik dan membedakan mana benar dan salah," tulis akun @exmanef, melansir Detik, Rabu (28/10).

Aksi pemukulan diduga dipicu kekesalan pelaku akibat jadwal penerbangan yang tertunda. Usai insiden tersebut terjadi, pelaku langsung dimintai keterangan oleh pihak berwenang di bandara.

Dalam rekaman video yang beredar, penumpang tersebut tampak menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kesalahannya.

Petugas kemudian mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan pelaku dari pesawat sehingga yang bersangkutan batal melanjutkan penerbangan ke Jakarta.

Meski pelaku telah diturunkan dari penerbangan, korban mengaku masih merasakan dampak fisik dan psikologis yang signifikan dari tindakan kekerasan tersebut.

"Efek dari perbuatannya, saya selaku korban merasa sakit nyeri area perut dan saya TRAUMA," ungkapnya.

Pramugara tersebut telah menjalani pemeriksaan visum di salah satu rumah sakit di Palembang dan berencana melanjutkan pemeriksaan ke bagian forensik setibanya di Jakarta. Ia memilih membagikan pengalaman ini ke media sosial agar menjadi iktibar bagi pengguna jasa transportasi udara lainnya.

"For urusan diperpanjang, rasanya hanya akan membuang waktu saya dalam bekerja. Jadi jalan pintas biar warganet saja yang menjadi wadah akan hal-hal tidak masuk logika seperti ini," jelasnya.

Di akhir pernyataannya, korban mengingatkan para penumpang untuk senantiasa mematuhi aturan penerbangan dan tidak melampiaskan emosi secara destruktif kepada awak kabin.

"Dear penumpang manapun, tolong ikuti aturan. Jangan sampai nasib Anda seperti bapak ini, yang tidak diberangkatkan hanya karena bertindak tanpa berpikir dan tidak dapat mengendalikan emosi," tegasnya.

(wiw)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA