s

Saran Pakar ke Penumpang: Selalu Cetak Boarding Pass Sebelum Terbang

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 06:01 WIB
Saran Pakar ke Penumpang: Selalu Cetak Boarding Pass Sebelum Terbang
Ilustrasi boarding pass fisik. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penggunaan boarding pass digital pada ponsel pintar kini menjadi pilihan utama para pelancong karena dinilai praktis dan ramah lingkungan. Namun, para pakar penerbangan menyarankan penumpang untuk tetap mencetak boarding pass fisik sebagai langkah antisipasi darurat.

Evolusi dokumen penerbangan telah melalui perjalanan panjang, mulai dari tiket tulis tangan pada era awal penerbangan komersial, cetakan komputer pada 1970-an, hingga boarding pass digital pada era modern.

Kendati pemindaian kode QR di ponsel sangat mudah, metode digital ini terbukti tidak sepenuhnya bebas dari masalah di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakar perjalanan dan praktisi industri penerbangan membeberkan sejumlah potensi risiko utama yang dapat menggagalkan penerbangan jika penumpang hanya mengandalkan boarding pass di dalam ponsel.

Masalah paling umum yang kerap ditemui penumpang adalah kehabisan daya baterai ponsel saat berada di antrean pemeriksaan keamanan atau gerbang keberangkatan.

Seorang pelancong aktif, Karen Kapnik, membagikan pengalamannya yang hampir tertinggal pesawat akibat ponselnya mati mendadak saat hendak diperiksa petugas TSA.

"Ponsel saya mati di momen yang paling tidak tepat. Saya terpaksa harus kembali ke area cetak boarding pass dan hampir melewatkan penerbangan. Sejak saat itu, saya selalu membawa salinan cetak," ujar Kapnik, melansir Travel + Leisure.

Selain risiko baterai habis, kendala sinyal seluler atau koneksi Wi-Fi yang terbatas di sejumlah bandara internasional kerap menyulitkan penumpang saat membuka aplikasi maskapai.

Pendiri maskapai BermudAir, Adam Scott, mengimbau penumpang untuk tetap membawa tiket cetak guna menghindari stres akibat kendala koneksi internet di bandara internasional.

Ancaman lainnya berasal dari gangguan sistem aplikasi maskapai. Konsultan perjalanan Rebekah Ingraham serta pakar penerbangan Bobby Laurie mengungkapkan bahwa aplikasi maskapai sering kali mendadak error atau bahkan menghapus boarding pass digital secara otomatis ketika penerbangan mengalami pembatalan.

Kondisi tersebut memperlambat proses pendaftaran ulang oleh petugas bandara karena informasi penerbangan tidak dapat dipindai secara langsung.

Selain sebagai cadangan teknis, tiket fisik juga memuat informasi lebih lengkap ketimbang versi digital, seperti nomor tiket resmi yang sangat dibutuhkan saat mengajukan pengembalian dana atau refund kepada pihak maskapai.

(wiw)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA