Nyeri perut merupakan keluhan umum yang muncul akibat berbagai kondisi. Namun, rasa sakit yang terus datang kembali, sebaiknya tidak dianggap sepele.
Mengutip Johns Hopkins Medicine, saluran pencernaan memiliki sistem saraf yang mengatur kontraksi otot untuk membantu mengolah makanan. Gangguan fungsi saraf dan otot tersebut, maupun kondisi lain, dapat menyebabkan perut terasa tidak nyaman secara berulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kamu bertanya-tanya kenapa nyeri perut berulang, jawabannya perlu dilihat dari pola keluhan dan gejala penyertanya. Berikut ini beberapa kemungkinan alasannya yang umum terjadi.
1. Penumpukan gas
Menurut Medical News Today, gas yang menumpuk di saluran pencernaan bisa menyebabkan kembung dan nyeri yang hilang timbul. Intensitasnya bervariasi, dari rasa tidak nyaman ringan hingga sakit tajam.
Keluhan dapat muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, makan terlalu cepat, atau menelan banyak udara. Nyeri biasanya berkurang setelah serdawa atau buang angin.
2. Otot tegang atau cedera
Tidak semua nyeri perut berasal dari organ pencernaan. Ketegangan otot akibat olahraga, mengangkat barang berat, atau cedera juga dapat menimbulkan rasa sakit.
Nyeri otot biasanya lebih terasa saat bergerak, mengubah posisi, batuk, atau mengencangkan perut. Keluhan ringan dapat membaik dengan istirahat dan kompres.
3. Infeksi virus saluran pencernaan
Infeksi virus, seperti norovirus, dapat menyebabkan kram perut yang datang dan pergi, disertai muntah, diare, atau demam. Gejalanya sering berlangsung sekitar satu hingga tiga hari, meskipun durasinya bisa berbeda.
Kondisi ini lebih sering menyebabkan keluhan akut ketimbang nyeri berulang dalam jangka panjang. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi saat mengalami kondisi ini. Segera cari pertolongan dokter jika melihat tanda dehidrasi.
4. Sembelit
Mengutip Healthline, sembelit dapat ditandai dengan buang air besar kurang dari tiga kali seminggu, tinja keras, serta kesulitan mengeluarkan feses. Penumpukan tinja bisa membuat perut terasa penuh dan nyeri.
Kurang serat, kurang minum, minim aktivitas, atau penggunaan obat tertentu dapat menimbulkan sembelit.
5. Tukak Lambung
Tukak lambung merupakan luka pada lapisan lambung yang dapat menimbulkan nyeri tumpul atau sensasi terbakar di perut bagian atas. Keluhannya bisa hilang timbul selama beberapa hari hingga berbulan-bulan.
Penyebab yang umum, yakni infeksi Helicobacter pylori dan penggunaan obat antinyeri tertentu. Tanpa penanganan yang baik, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius.
6. Sindrom iritasi usus
Irritable bowel syndrome atau IBS gangguan pencernaan fungsional. Nyeri perut berulang yang terkait IBS bisa memburuk setelah makan atau saat merasa stres.
Kalau menderita IBS, kamu akan mengalami gejala seperti diare atau sembelit serta perut kembung. Namun kondisi ini tidak akan menyebabkan pendarahan atau penurunan berat badan.
Sebaiknya kunjungi dokter untuk memastikan kenapa nyeri perut berulang bisa terjadi padamu. Dokter akan menilai gejala dan kemungkinan penyebab lain.
(rti)
