Obesitas pada anak menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Namun, upaya mengatasi berat badan berlebih pada anak tidak bisa dilakukan dengan sekadar mengurangi porsi makan atau melarang jenis makanan tertentu.
Anak tetap membutuhkan energi dan zat gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, serta aktivitas sehari-hari. Karena itu, diet untuk anak obesitas perlu dilakukan secara tepat agar perbaikan status gizi tidak mengganggu proses tumbuh kembangnya.
Dokter spesialis gizi klinik konsultan, Diana Sunardi, mengingatkan bahwa penanganan obesitas pada anak perlu mempertimbangkan usia, status pertumbuhan, kondisi kesehatan, kebiasaan makan, dan aktivitas fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendekatan tersebut membuat pola makan anak tidak bisa disamakan dengan program penurunan berat badan orang dewasa. Konsultasi dengan dokter anak atau dokter spesialis gizi klinik dapat membantu menentukan strategi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Secara umum, orang tua dapat memulai dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, memperhatikan porsi sesuai kebutuhan anak, serta membatasi makanan dan minuman tinggi gula tambahan.
Anak juga perlu didorong untuk aktif bergerak sesuai usia dan kemampuannya. Sebaliknya, pembatasan makan secara ekstrem atau penghilangan kelompok makanan penting sebaiknya dihindari tanpa arahan tenaga kesehatan.
Dengan demikian, penanganan obesitas bukan semata-mata mengejar penurunan angka pada timbangan, melainkan membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan anak dalam jangka panjang.
Jangan hanya terpaku pada label No Added Sugar
Selain mengatur pola makan, orang tua perlu cermat saat memilih produk pangan untuk anak, termasuk makanan bayi. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah klaim no added sugar atau tanpa gula tambahan pada kemasan.
Klaim tersebut tidak otomatis berarti produk bebas gula atau lebih sehat dibandingkan produk lainnya. Orang tua tetap perlu memeriksa daftar komposisi dan informasi nilai gizi untuk mengetahui kandungan produk secara menyeluruh.
Gula dapat ditemukan secara alami dalam bahan pangan, seperti buah, atau ditambahkan selama proses produksi. Karena itu, konsumen perlu memahami perbedaan antara gula alami dan gula yang sengaja ditambahkan ke dalam produk.
Selain sumber rasa manis, kandungan gizi secara keseluruhan juga perlu menjadi pertimbangan. Produk dengan klaim tertentu belum tentu menjadi pilihan terbaik jika kandungan lainnya tidak sesuai dengan kebutuhan anak.
Orang tua sebaiknya tidak menjadikan satu klaim pada kemasan sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan kualitas makanan. Informasi komposisi, nilai gizi, dan kesesuaian produk dengan usia serta kebutuhan anak tetap perlu diperhatikan.
Makanan alami belum tentu cukup
Memilih bahan pangan alami dapat membantu menyediakan makanan yang beragam bagi anak. Namun, kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh apakah bahan tersebut alami atau telah melalui proses pengolahan.
Pengolahan yang tepat dapat membantu meningkatkan keamanan dan memudahkan konsumsi pangan. Sebaliknya, bahan alami sekalipun tetap perlu diolah secara higienis dan disajikan dengan cara yang aman.
Orang tua juga perlu memastikan makanan memenuhi kebutuhan gizi sesuai tahap pertumbuhan anak. Variasi bahan pangan, kandungan zat gizi, kebersihan, serta tekstur yang sesuai dengan kemampuan anak mengunyah dan menelan perlu menjadi pertimbangan.
Karena itu, makanan instan atau pangan olahan tidak perlu langsung dianggap berbahaya hanya karena telah melalui proses produksi. Namun, produk tersebut juga tidak seharusnya menjadi pilihan utama tanpa mempertimbangkan komposisi dan kebutuhan gizi anak.
Pemilihan makanan untuk anak perlu didasarkan pada kualitas gizi secara menyeluruh, bukan sekadar label atau anggapan bahwa makanan alami selalu lebih baik. Dengan pola makan seimbang, kebiasaan aktif bergerak, dan pemantauan pertumbuhan secara berkala, orang tua dapat membantu mendukung kesehatan anak sekaligus menangani obesitas dengan lebih tepat.
(tis/tis)

