Otoritas Jepang Serahkan Kenaikan Tarif Wisata Turis Asing ke Operator

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 18:55 WIB
People walk through Shibuya area in Tokyo on April 7, 2026. (Photo by Yuichi YAMAZAKI / AFP)
Otoritas pariwisata Jepang buka suara soal pajak penginapan dan sistem penetapan harga ganda untuk turis asing yang berwisata di Negeri Sakura. Ilustrasi. (AFP/YUICHI YAMAZAKI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas pariwisata Jepang buka suara soal pajak penginapan (cost accomodation) dan sistem penetapan harga ganda untuk turis asing yang berwisata di Negeri Sakura.

Jepang mulanya memperkenalkan langkah itu sebagai upaya mengatasi pariwisata berlebihan di destinasi terkenal atau terpusat di tempat tertentu saja dan berusaha mengalihkan ke daerah-daerah.

Komisaris Badan Pariwisata Jepang, Norio Kimura, mengatakan akan menyerahkan keputusan tersebut ke operator pariwisata termasuk tarif transportasi umum dan tiket masuk ke objek wisata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai pemerintah kami tak akan berkomentar soal tarif untuk wisatawan asing," kata Kimura pada Selasa (13/10), dikutip ChosunBiz.

Pernyataan itu konsisten dengan penjelasan Badan Pariwisata Jepang pada Maret lalu yang menyebut operator pariwisata harus menentukan harga sendiri, termasuk apakah akan memperkenalkan tarif berbeda untuk kelompok pengunjung yang berbeda.

Dalam beberapa waktu terakhir, Jepang menaikkan pajak atau menetapkan harga yang lebih tinggi ke turis asing dan bukan untuk turis lokal.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengamankan dana yang dibutuhkan demi mengurangi dampak buruk pariwisata berlebih dan melestarikan sumber daya pariwisata.

Berdasarkan "Rencana dasar untuk mempromosikan pariwisata mancanegara" Jepang menargetkan wisatawan asing pada 2030 sebanyak 60 juta orang dengan target pengeluaran sebesar 15 triliun yen.

Di kesempatan itu, Kimura juga mengatakan Badan Pariwisata Jepang saat ini tengah mempromosikan wisata regional untuk mengurangi tekanan di Tokyo dan Osaka.

Lebih lanjut, Kimura mengatakan badan ini punya target meningkatkan jumlah kunjungan menginap tahunan turis asing di daerah-daerah menjadi 130 juta malam pada 2030.

(ans/sfr)
placeholder