Makan daging sering dikaitkan dengan berbagai penyakit kardiovaskular atau konsekuensi negatif lainnya. Namun menurut studi terbaru, ternyata makan daging bisa meningkatkan angka harapan hidup hingga 100 tahun.
Di sisi lain, menjadi vegetarian tak menjamin seseorang bisa hidup lebih lama. Meski asupan sayuran juga penting bagi tubuh. Berikut ini ulasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makan daging bisa perpanjang usia?
Studi dari China yang dilakukan oleh Yaqi Li et al. ini, melibatkan lebih dari 5.000 peserta berusia 80 tahun ke atas. Temuannya, perempuan yang makan daging lebih punya potensi mencapai usia 100 tahun ketimbang perempuan vegetarian.
Ketika para peneliti menganalisis data berdasarkan jenis kelamin, tak ditemukan hubungan signifikan antara umur panjang dan pola makan vegetarian pada laki-laki.
Hasil studi ini pun dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition pada Februari 2026.
Meski makan daging dikatakan dapat meningkatkan angka harapan hidup, tetap ada sejumlah catatan yang penting untuk diketahui.
Berdasarkan studi ini, hanya peserta vegetarian dengan berat badan kurang yang punya kemungkinan kecil untuk hidup hingga usia 100 tahun ketimbang pemakan daging.
"Konsumsi daging setiap hari dikaitkan dengan kemungkinan 44 persen lebih tinggi untuk mencapai usia 100 tahun [dibandingkan dengan diet vegetarian] pada kelompok kekurangan berat badan, sedangkan hubungan ini tidak ditemukan pada kelompok berat badan normal atau kelebihan berat badan," demikian kesimpulan para peneliti, seperti dilansir ScienceAlert.
Di sisi lain, tak semua vegetarian itu menerapkan vegan. Mereka tetap mengonsumsi ikan, produk susu, atau telur. Konsumsi sumber alternatif protein tersebut membuat mereka memiliki peluang sama untuk mencapai usia 100 tahun seperti pemakan daging.
Ini menunjukkan, perempuan usia lanjut yang mengonsumsi cukup kalori dan nutrisi penting, berpeluang untuk menjadi seorang centenarian, alias orang yang hidup hingga usia 100 tahun.
Pola makan dan gaya hidup turut memengaruhi
Penting untuk melihat adanya kemungkinan munculnya faktor lain yang memengaruhi hasil studi. Misalnya, pola makan bisa berubah seiring waktu, sehingga orang yang makan daging belum tentu bisa mencapai usia 100 tahun dan sebaliknya.
Adapun bagi lansia, perubahan pola makan bisa sangat terjadi jika memperhitungkan seberapa mudah makanan bisa dikunyah. Hal ini membuat opsi menu kadang jadi terbatas.
Namun studi tersebut menekankan bahwa pilihan gaya hidup dan pola makan memang bisa jadi alasan utama mengapa ada beberapa orang yang bisa hidup hingga 100 tahun.
Bahkan, orang yang mencapai usia 90 tahun, 70 persen dipengaruhi perilaku sehat, seperti waktu tidur, aktivitas fisik, hingga pola makan baik.
Tips menua dengan sehat bagi lansia
Jadi, ada banyak faktor lain yang menentukan umur seseorang, tak sekadar dari makan daging atau tidak. Agar bisa menua dengan sehat, berikut ini beberapa tips dari laman National Institute on Aging yang bisa diterapkan.
1. Cegah rasa kesepian
Kesehatan yang memburuk, pasangan meninggal, atau berbagai situasi lain bisa membuat lansia merasa kesepian. Jangan sampai lansia dibiarkan merasa kesepian.
Keluarga perlu memastikan komunikasi tetap terjaga atau dorong lansia untuk mencari perkumpulan atau aktivitas yang bisa mempertemukannya dengan rekan sebaya.
2. Dorong melakukan aktivitas fisik
Penting untuk membuat lansia tetap aktif dan bergerak. Hal ini bisa bantu mengurangi stres hingga meningkatkan keseimbangan dan kualitas tidur. Tak perlu melakukan olahraga berat, yang penting aktivitas fisik dilakukan secara rutin.
3. Buat pola makan sehat
Seperti yang disebutkan dalam studi sebelumnya, pola makan sehat merupakan bagian dari penuaan yang sehat. Pastikan pola makan lansia seimbang untuk mendukung otot dan memperkuat tulang.
4. Rutin cek kesehatan
Penting bagi lansia untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan secara rutin bisa bantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini dan meningkatkan peluang pengobatan yang efektif.
(rti)

