HARI PANGAN SEDUNIA

Jangan Asal Cap Makanan Sehat, Ini Cara Membaca Label Gizi

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 08:15 WIB
shot of nutritional fact
Ilustrasi. Harus paham cara mengenali makanan sehat di sekitar Anda. (Foto: Istockphoto/Kameleon007)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah banyaknya informasi tentang makanan sehat, masyarakat perlu lebih cermat dalam menentukan pilihan pangan. Pasalnya, menilai suatu produk tidak cukup hanya dengan melihat satu bahan yang tercantum dalam komposisinya.

Memahami kandungan gizi, fungsi setiap bahan pangan, hingga porsi konsumsi menjadi langkah penting agar makanan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan tubuh. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan diri membaca label gizi dan komposisi produk secara menyeluruh.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan, Diana Sunardi, mengatakan penilaian terhadap produk pangan perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari komposisi, nilai gizi, hingga perannya dalam pola makan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga, khususnya pada masa pertumbuhan anak, penting bagi orang tua untuk memahami informasi pada label pangan secara menyeluruh dan tidak berfokus hanya pada satu bahan tertentu," kata Diana dalam kegiatan World Food Day 2026 bertema Innovate Today. Nourish Tomorrow yang diselenggarakan Danone Indonesia bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) di Tangerang, Kamis (15/10).

Menurut Diana, interaksi berbagai bahan yang digunakan dalam suatu produk dapat menghasilkan karakteristik berbeda dibandingkan ketika bahan-bahan tersebut berdiri sendiri. Karena itu, masyarakat perlu melihat produk secara utuh sebelum menentukan kesesuaiannya dengan kebutuhan gizi keluarga.

Pemahaman tersebut juga penting dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode krusial yang menjadi fondasi tumbuh kembang anak.

Selain memahami label pangan, masyarakat perlu mengetahui bahwa pola makan sehat tidak ditentukan oleh satu jenis makanan atau bahan tertentu. Ada empat prinsip yang dapat menjadi panduan dalam menyusun pola makan sehari-hari, yakni kecukupan (adequacy), keseimbangan (balance), moderasi (moderation), dan keberagaman (diversity).

4 prinsip pola makan sehat yang perlu diketahui

1. Kecukupan (adequacy)

Kecukupan berarti memastikan asupan makanan memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, bergantung pada usia, kondisi tubuh, tingkat aktivitas, dan tahap kehidupannya.

Karena itu, makanan yang dikonsumsi perlu menyediakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya, termasuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

2. Keseimbangan (balance)

Keseimbangan berkaitan dengan proporsi asupan makanan agar kebutuhan zat gizi terpenuhi secara tepat. Artinya, pola makan sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis zat gizi atau kelompok makanan, tetapi memperhatikan komposisi makanan secara keseluruhan.

Dengan pola makan yang seimbang, tubuh dapat memperoleh beragam zat gizi yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan.

3. Moderasi (moderation)

Moderasi menekankan pentingnya memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi. Makanan dengan kandungan gizi tertentu tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Prinsip ini juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Membaca informasi nilai gizi dan takaran saji pada kemasan dapat membantu memperkirakan jumlah asupan yang dikonsumsi.

4. Keberagaman (diversity)

Keberagaman berarti mengonsumsi berbagai jenis pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi yang berbeda. Pasalnya, tidak ada satu jenis makanan yang dapat menyediakan seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang memadai.

Mengombinasikan beragam sumber pangan dalam menu sehari-hari dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus membuat pola makan lebih bervariasi. Keempat prinsip tersebut dapat menjadi acuan ketika menyusun menu harian maupun memilih produk pangan olahan. Dengan demikian, keputusan dalam memilih makanan tidak hanya didasarkan pada klaim atau persepsi bahwa suatu bahan lebih sehat daripada bahan lainnya.

(tis/tis)
placeholder