Mata terasa perih, panas, atau seperti kemasukan debu setelah beraktivitas di tengah kabut asap? Kondisi ini bisa terjadi karena partikel dan zat iritan dalam asap mengganggu permukaan mata.
Saat rasa perih muncul, obat tetes mata mungkin terasa seperti solusi paling cepat. Mata perih akibat kabut asap boleh ditangani dengan air mata buatan (artificial tears) atau obat tetes mata untuk membantu meredakan iritasi.
Tapi, bolehkah obat tetes mata langsung digunakan saat mata mulai terasa perih akibat kabut asap?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa kabut asap bisa membuat mata perih?
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengandung partikel halus, tetapi juga berbagai zat yang dapat mengiritasi mata. Permukaan mata terus bersentuhan dengan udara luar sehingga rentan terpapar polutan.
Mengutip ulasan di jurnal Environmental Pollution, iritasi mata merupakan salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan akibat paparan asap kebakaran. Polusi udara juga dapat memicu proses peradangan pada permukaan mata.
Paparan polusi dikaitkan dengan gangguan mata kering dan konjungtivitis, yakni peradangan pada konjungtiva atau selaput yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Gejalanya bisa berupa mata perih, terasa kering, kemerahan, berair, atau seperti ada benda asing.
Bolehkah langsung menggunakan obat tetes mata?
Untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat iritasi ringan, obat tetes mata dapat digunakan untuk menjaga kelembapan dan mengurangi gesekan.
Mengutip jurnal Clinical Optometry, obat tetes mata yang berfungsi sebagai pelumas memiliki bukti manfaat untuk membantu meredakan gejala mata kering. Obat tetes mata memang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman, tetapi tidak semua produk memiliki fungsi yang sama.
Meski sama-sama berbentuk cairan yang diteteskan ke mata, kandungan dan fungsi obat tetes bisa berbeda. Ada obat tetes mata ditujukan untuk membantu melumasi mata, ada pula obat tetes untuk alergi, infeksi, atau peradangan digunakan sesuai indikasi tertentu.
Obat tetes yang mengandung antibiotik, antihistamin, atau kortikosteroid memiliki indikasi tersendiri dan tidak boleh digunakan sembarangan hanya karena mata terasa perih.
Bahan pengawet tertentu memiliki potensi menimbulkan efek merugikan pada permukaan mata, terutama jika digunakan berulang dalam jangka panjang.
Kandungan produk patut diperhatikan, khususnya bagi orang yang perlu menggunakan obat tetes berulang kali. Jika keluhan mata muncul saat kabut asap berlangsung, sebaiknya tidak langsung menggunakan obat tetes tanpa anjuran tenaga medis.
Selain mempertimbangkan penggunaan obat tetes mata yang sesuai, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi iritasi.
1. Jangan mengucek mata. Menggosok mata dapat memperparah iritasi, terutama jika terdapat partikel yang menempel.
2. Bilas jika mata terkena partikel. Bilas dengan air bersih yang mengalir atau larutan saline steril yang sesuai untuk mata. Jangan menggunakan cairan yang tidak ditujukan untuk mata.
3. Perhatikan tanda bahaya. Segera cari pertolongan medis jika muncul nyeri berat, gangguan penglihatan, sensitivitas berlebihan terhadap cahaya, atau keluhan yang tidak membaik setelah menjauh dari paparan dan melakukan pertolongan awal.
