Berapa Lama Masker Bisa Digunakan saat Kabut Asap?

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 16:00 WIB
Ilustrasi masker medis
Ilustrasi. Masker perlu diganti secara berkala agar tetap efektif menyaring partikel berbahaya akibat karhutla. Lantas, berapa lama masker bisa digunakan? (iStock/damircudic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia memburuk.

Kualitas udara di Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sintang bahkan masuk kategori berbahaya atau ditandai warna hitam berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam kondisi seperti ini, masker menjadi salah satu perlengkapan yang bisa membantu mengurangi paparan partikel polusi, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di luar rumah.

Namun, jika masker dipakai sejak berangkat hingga pulang, muncul pertanyaan kapan masker perlu diganti? Apakah harus setiap beberapa jam, atau masih bisa digunakan selama kondisinya terlihat baik?

Jawabannya bergantung pada jenis masker, kondisi fisik, dan petunjuk penggunaan dari produsen. Pada respirator N95, misalnya, masker perlu diganti jika basah, kotor, rusak, atau tidak lagi menempel rapat pada wajah.


Kapan masker perlu diganti?

Melansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada beberapa kondisi yang menandakan respirator N95 perlu diganti.

Masker perlu diganti jika basah, kotor, atau rusak. Perhatikan juga tali pengikatnya. Jika tali sudah melar hingga masker tidak lagi menempel rapat pada wajah, perlindungannya bisa berkurang.

Kerapatan masker penting karena partikel polusi dapat masuk melalui celah di sekitar hidung dan pipi. Karena itu, setiap kali memakai N95, pastikan masker terpasang dengan benar dan menutup hidung serta mulut secara rapat.

N95 sekali pakai juga tidak boleh dicuci atau dipanaskan untuk disterilkan karena cara tersebut dapat merusak kemampuan penyaringannya.

Perlu diketahui bahwa panduan ini secara khusus membahas respirator N95, jenis masker lain bisa memiliki ketentuan penggunaan yang berbeda. Karena itu, ikuti petunjuk produsen dan jangan menyamakan aturan penggantian untuk semua jenis masker.

Melansir studi dari JAMA Network Open, proporsi respirator dengan efisiensi filtrasi di bawah standar 95 persen meningkat seiring bertambahnya jumlah giliran kerja pemakaian. Penggunaan berulang dapat memengaruhi kemampuan N95 dalam menyaring partikel.

Jadi, masker yang secara fisik masih terlihat utuh belum tentu memiliki kemampuan penyaringan yang sama seperti saat pertama digunakan.

Namun, hasil penelitian ini perlu dibaca sesuai konteksnya. Studi tersebut dilakukan pada tenaga kesehatan dengan pola penggunaan respirator di lingkungan kerja, bukan pada masyarakat yang mengenakan masker saat terpapar kabut asap karhutla.

Masker yang dipakai seharian tidak otomatis harus dibuang setelah beberapa jam. Sebaliknya, masker yang baru digunakan sebentar pun perlu diganti jika sudah basah, kotor, rusak, atau tidak lagi terpasang dengan baik.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas saat kabut asap, periksa kondisi masker secara berkala. Jika menggunakan respirator sekali pakai, jangan mencuci atau memanaskannya agar bisa digunakan kembali.

(anm/fef)
placeholder