Pernahkah kamu merasa sulit memahami perasaan orang lain, bahkan ketika mereka sedang menghadapi masalah berat?
Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi bisa memengaruhi hubungan dengan orang-orang di sekitarmu. Ciri-ciri kamu kurang empati dapat terlihat dari cara mendengarkan, menanggapi kritik, hingga menyikapi kesalahan orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenali tanda-tandanya berikut ini agar kamu bisa lebih memahami diri sendiri dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Apa itu kurang empati?
Empati adalah kemampuan untuk memahami sudut pandang dan perasaan orang lain tanpa langsung menilainya berdasarkan pengalaman pribadi.
Orang yang mengalami kesulitan berempati mungkin tidak mudah memahami alasan seseorang merasa sedih, takut, kecewa, atau marah.
Melansir dari MasterClass, empati mencakup kemampuan memahami perspektif orang lain, merasakan keterhubungan emosional, dan menunjukkan kepedulian terhadap keadaan mereka.
Ketika kemampuan ini kurang berkembang, seseorang dapat mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat.
Ciri-ciri kamu kurang empati
Berikut beberapa perilaku yang dapat menjadi tanda bahwa seseorang perlu meningkatkan empatinya.
1. Sulit memahami perasaan orang lain
Kamu mungkin kesulitan memahami alasan seseorang merasa sedih atau kecewa. Akibatnya, respons yang diberikan terkadang tidak sesuai dengan situasi yang sedang mereka hadapi.
2. Kesulitan mengendalikan emosi
Orang yang kurang empati juga dapat mengalami kesulitan mengenali dan mengatur emosinya sendiri. Kondisi ini bisa membuatnya lebih sulit memahami reaksi emosional orang lain.
3. Sering melontarkan kritik berlebihan
Memberikan masukan merupakan hal yang wajar, tetapi kritik yang terlalu tajam dapat melukai perasaan orang lain. Kamu mungkin lebih cepat menunjukkan kesalahan daripada berusaha memahami situasi yang melatarbelakanginya.
4. Tidak sabar menghadapi masalah orang lain
Ketika seseorang menceritakan masalahnya, kamu mungkin merasa kesal karena menganggap mereka terlalu lama mengeluh. Padahal, setiap orang memiliki cara dan waktu yang berbeda untuk menghadapi kesulitan.
5. Sulit memaafkan kesalahan
Kesalahan kecil dapat terus kamu ingat meskipun orang tersebut sudah berusaha memperbaikinya. Sikap ini bisa menunjukkan bahwa kamu kesulitan memahami kelemahan dan keterbatasan orang lain.
6. Tidak mendengarkan dengan baik
Kamu mungkin sering memotong pembicaraan, mengalihkan topik, atau sibuk memikirkan tanggapan sendiri. Akibatnya, orang lain merasa tidak didengarkan ketika sedang berbagi cerita.
7. Terlalu berfokus pada diri sendiri
Dalam percakapan atau pengambilan keputusan, kamu cenderung mengutamakan kebutuhan dan sudut pandang pribadi. Kamu pun mungkin jarang mempertimbangkan bagaimana tindakanmu memengaruhi perasaan orang lain.
Bagaimana cara menumbuhkan rasa empati?
Jika beberapa ciri-ciri kamu kurang empati terasa familiar, bukan berarti kamu tidak bisa berubah. Empati dapat dilatih melalui kebiasaan sederhana, seperti:
- Mendengarkan secara aktif tanpa memotong pembicaraan
- Mengenali emosi orang lain dengan memperhatikan cerita dan situasi mereka
- Mengurangi penilaian pribadi sebelum memahami persoalan secara utuh
- Membiasakan diri melihat sudut pandang berbeda sebelum memberikan tanggapan
- Meminta bantuan profesional jika kesulitan memahami emosi terus mengganggu hubungan dan keseharian
Empati bukan sekadar memahami perasaan orang lain, melainkan juga menunjukkan bahwa pengalaman mereka layak didengarkan. Dengan melatih kesadaran diri dan memperbaiki cara berkomunikasi, kamu dapat membangun hubungan yang lebih sehat dan saling menghargai.
(gas/fef)
