Jangan Pakai Lensa Kontak saat Naik Pesawat, Dokter Jelaskan Alasannya

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 09:45 WIB
Penggunaan lensa kontak selama penerbangan jarak jauh perlu diperhatikan karena dapat membuat mata lebih kering dan tidak nyaman.
Ilustrasi. Penggunaan lensa kontak selama penerbangan jarak jauh perlu diperhatikan karena dapat membuat mata lebih kering dan tidak nyaman. (iStockphoto/AndreyPopov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penggunaan lensa kontak selama penerbangan jarak jauh perlu diperhatikan karena dapat membuat mata lebih kering dan tidak nyaman.

Kondisi udara di dalam kabin pesawat yang memiliki kelembapan rendah dapat mengurangi kelembapan lensa kontak, sehingga berpotensi memicu iritasi hingga gangguan pada permukaan mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peringatan ini disampaikan oleh Valerie Kattouf, dokter mata yang berbasis di Illinois, Amerika Serikat. Pemakaian lensa kontak selama berjam-jam dalam penerbangan dapat memperburuk gejala mata kering, menimbulkan rasa tidak nyaman di mata, serta menyebabkan penglihatan kabur sesekali.

"Udara kabin memiliki kelembapan yang jauh lebih rendah sehingga dapat menghilangkan kelembapan dari lensa kontak dan membuat mata semakin kering," kata Kattouf, dikutip dari Fox News (11/10).

Risiko tersebut menjadi perhatian setelah seorang perempuan menceritakan pengalamannya mengalami gangguan penglihatan usai melakukan penerbangan jarak jauh.

Menurut laporan New York Post, yang dikutip Fox News, perempuan itu mengenakan lensa kontak selama penerbangan 11 jam dari Yunani dan sepanjang perjalanan yang berlangsung sekitar 24 jam. Ia juga menggunakan lensa kontak saat berenang dan mandi.

Beberapa hari setelah tiba, ia mengalami nyeri dan sensitif terhadap cahaya. Penglihatannya memburuk dan dokter mendiagnosisnya mengalami ulkus kornea, yakni luka pada kornea atau lapisan bening di bagian depan mata.

Ia menjalani perawatan menggunakan obat tetes mata selama beberapa minggu. Tapi, luka kecil masih membuat sebagian penglihatannya kabur.

Selain udara kabin yang kering, tidur saat penerbangan panjang juga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pengguna lensa kontak.

"Orang sering tidur selama penerbangan panjang, dan hal ini meningkatkan risiko yang berkaitan dengan penggunaan lensa kontak," ujar Kattouf.

Saat kehilangan kelembapan, lensa kontak dapat bergerak lebih sulit di permukaan mata. Melepas lensa yang sangat kering, lanjut Kattouf, berpotensi mengganggu epitel atau lapisan terluar kornea.

Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan iritasi yang signifikan serta dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

Meski demikian, apa yang terjadi pada kasus di atas tak hanya melibatkan penggunaan lensa kontak selama penerbangan, tapi juga saat berenang dan mandi. Artinya, penerbangan tak bisa jadi satu-satunya penyebab gangguan mata.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan selama penerbangan, Kattouf menyarankan wisatawan membawa kacamata dengan resep yang masih sesuai.Penumpang dapat memilih menggunakan kacamata selama penerbangan atau beralih dari lensa kontak ke kacamata sebelum tidur maupun di tengah perjalanan.

"Menggunakan kacamata selama penerbangan panjang lebih ideal untuk kesehatan mata dan membantu menjaga kenyamanan penggunaan lensa kontak dalam jangka panjang," ujarnya.

Bagi penumpang yang tetap menggunakan lensa kontak, air mata buatan dalam kemasan sekali pakai dapat membantu memberikan pelumasan tambahan. Namun, pengguna tetap perlu mengikuti petunjuk pemakaian produk yang sesuai.

(dsd/asr)