China Golden Week, Liburan 7 Hari yang Dongkrak Wisata ke Asia Tengah

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 07:30 WIB
Tourists visit a battlefield culture museum at the site of a former military fort on Nangan island of Matsu archipelago in Taiwan August 16, 2022. REUTERS/Ann Wang
Ilustrasi. China Golden Week jadu ajang liburan besar-besaran warga China. (REUTERS/ANN WANG)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

China Golden Week menjadi salah satu periode liburan paling sibuk di China. Selama tujuh hari pada awal Oktober, jutaan warga memanfaatkan libur nasional untuk bepergian, mengunjungi keluarga, hingga menjelajahi destinasi wisata di luar negeri.

Momentum ini turut mendorong lonjakan kunjungan wisatawan China ke sejumlah negara, termasuk kawasan Asia Tengah. Uzbekistan dan Kazakhstan menjadi pilihan bagi pelancong yang ingin menikmati kota-kota bersejarah, pemandangan pegunungan, hingga pengalaman budaya yang berbeda.

Peningkatan perjalanan tersebut didukung kemudahan akses lintas negara, termasuk kebijakan bebas visa yang berlaku antara China dan sejumlah negara di kawasan tersebut. Lantas, apa itu China Golden Week dan mengapa periode liburan ini begitu penting bagi industri pariwisata?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu China golden week?

Melansir Chinesepod, China Golden Week adalah periode libur nasional selama tujuh hari yang berlangsung setiap 1-7 Oktober untuk memperingati Hari Nasional China atau National Day. Kebijakan libur Golden Week mulai diperkenalkan pemerintah China pada 1999.

Salah satu tujuannya adalah mendorong pertumbuhan pariwisata domestik, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta memberikan kesempatan kepada warga untuk melakukan perjalanan jarak jauh dan mengunjungi keluarga.

Periode ini menjadi salah satu musim liburan utama di China, selain libur Tahun Baru Imlek yang tanggalnya berubah setiap tahun mengikuti kalender lunar. Selama Golden Week, banyak pekerja kantor, pabrik, dan gudang menikmati libur secara bersamaan. Penyesuaian jadwal akhir pekan juga dilakukan untuk membentuk rangkaian libur panjang.

Kebijakan tersebut membuat aktivitas perjalanan meningkat tajam. Stasiun kereta, bandara, jalan raya, hingga berbagai destinasi wisata biasanya dipadati pelancong. Selain mendorong pariwisata dalam negeri, China Golden Week juga menjadi momentum penting bagi perjalanan internasional. Sejumlah wisatawan memilih menghabiskan masa liburan di negara lain untuk menikmati suasana dan pengalaman baru.

Wisatawan manfaatkan libur panjang untuk jelajai banyak negara

Durasi liburan China Golden Week juga memungkinkan wisatawan menyusun perjalanan yang mencakup beberapa destinasi sekaligus. Sebagian pelancong memilih menggabungkan kunjungan ke wilayah Xinjiang di China dengan perjalanan ke Kazakhstan dan Uzbekistan. Ada pula yang melanjutkan perjalanan darat ke negara-negara tetangga, seperti Kirgizstan dan Tajikistan.

Seorang pelancong solo asal China, Zhang Dongni, misalnya, melakukan perjalanan darat dari Almaty, Kazakhstan, menuju Danau Issyk-Kul di Kirgizstan. Ia berencana melanjutkan perjalanan ke Osh sebelum menuju Khujand di Tajikistan.

Dalam perjalanannya, Zhang merasakan keramahan penduduk setempat. Ketika tidak dapat menaiki bus karena ukuran barang bawaannya, ia memilih berbagi taksi dengan warga lokal.

Mereka berkomunikasi menggunakan aplikasi penerjemah selama perjalanan. Setibanya di tujuan, warga tersebut bahkan bersikeras membayarkan ongkos Zhang sebagai tamu.

Pengalaman semacam ini menunjukkan bahwa perjalanan selama Golden Week tidak hanya memberikan kesempatan untuk menikmati destinasi wisata, tetapi juga membuka ruang interaksi lintas budaya.

Tips berwisata ke China saat Golden Week

Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi China saat China Golden Week, persiapan menjadi hal penting. Tingginya permintaan perjalanan dapat membuat tiket transportasi dan kamar hotel lebih cepat habis, terutama di destinasi populer.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Pesan tiket dan hotel lebih awal

Tingginya jumlah pelancong dapat membuat tiket kereta, pesawat, dan kamar hotel cepat terjual. Lakukan pemesanan melalui kanal resmi begitu penjualan dibuka.

2. Siapkan rencana perjalanan alternatif

Destinasi populer berpotensi dipadati pengunjung. Pertimbangkan lokasi wisata alternatif agar perjalanan tetap nyaman.

3. Sisihkan waktu untuk perjalanan

Antrean panjang dan kepadatan transportasi dapat memengaruhi jadwal. Hindari menyusun agenda yang terlalu padat.

4. Periksa anggaran belanja

Jika ingin berbelanja di pasar tradisional, bandingkan harga dari beberapa pedagang sebelum membeli. Pastikan juga memahami nilai tukar yuan dan menyiapkan metode pembayaran yang sesuai.

5. Periksa ketentuan perjalanan terbaru

Pastikan dokumen perjalanan, aturan visa, dan persyaratan masuk sesuai dengan kewarganegaraan serta destinasi yang akan dikunjungi. Dengan persiapan yang matang, wisatawan dapat memanfaatkan periode liburan ini untuk menjelajahi China maupun negara lain tanpa terlalu terganggu kepadatan perjalanan.

(tis/tis)
placeholder