Sering menunda-nunda pekerjaan di kantor? Jika iya, maka bisa jadi sebenarnya kamu mengalami kecemasan kerja.
Terlalu sering menunda pekerjaan sering kali dianggap sebagai salah satu bentuk kemalasan. Tapi, sebenarnya itu juga bisa menjadi bentuk kecemasan kerja yang paling umum.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Psikolog klinis Cathy Ranieri mengatakan, banyak orang belum menyadari sejauh apa sistem saraf berperan dalam kehidupan sehari-hari.
"Di tempat kerja, ketika kita merasa kewalahan, terlalu banyak bekerja, atau gugup, sistem saraf bereaksi dengan menilainya sebagai potensi ancaman terhadap keselamatan kita," jelas Ranieri, melansir Huff Post.
Bagi sebagian orang, lanjut Ranieri, kondisi di atas dapat memicu respons 'fight or run'. Akibatnya, bagi banyak pekerja, kondisi ini bisa mendorong kebiasaan untuk menunda mengerjakan tugas yang seharusnya dilakukan.
Menunda pekerjaan adalah salah satu gejala kecemasan yang jarang dibahas. Padahal, dalam banyak kasus, kebiasaan menunda pekerjaan menjadi cara seseorang menghindari sesuatu yang didorong oleh kecemasan.
"Seseorang yang mengalami kecemasan akan menghindari topik atau tugas yang membuatnya cemas, karena mengerjakannya hanya akan menimbulkan kekhawatiran yang mendalam," ujar pekerja sosial klinis di Florida, Amerika Serikat, Jordan White.
Hal di atas menjadi cara otak bereaksi saat tubuh mengalami stres. Saat merasa cemas di kantor, menunda pekerjaan jadi cara tubuh untuk bertahan dari ancaman.
Kebiasaan menunda pekerjaan sebenarnya hanya akan membuat tubuh semakin stres dan cemas. Toh, tugas dan tanggung jawab tidak akan hilang meski kamu sedang cemas.
Membuat jadwal harian dalam sepekan atas beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan dapat membantu mengatasi kecemasan yang melanda.
(asr)
