10 Kota Paling Ramah di Dunia 2026, Peringkat Satu Negara Tetangga RI

CNN Indonesia
Minggu, 11 Okt 2026 11:50 WIB
Flinders Street Station, Melbourne
Ilustrasi. Kota Melbourne. (Dok. Visit Victoria)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Condé Nast Traveller Readers' Choice Awards 2026 kembali mengungkap daftar kota paling ramah di dunia. Tahun ini, Melbourne di Australia, yang juga negara tetangga Indonesia, menempati posisi pertama dengan skor 98,52 dari 100.

Readers' Choice Awards merupakan penghargaan tahunan Condé Nast Traveller yang pada 2026 memasuki penyelenggaraan ke-29. Hasil penghargaan ini diperoleh melalui survei pembaca yang berlangsung pada 1 April hingga 30 Juni 2026.

Ribuan responden memberikan penilaian terhadap berbagai kategori perjalanan, mulai dari kota, hotel, destinasi, maskapai, pulau, hingga operator perjalanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap kandidat dinilai berdasarkan sejumlah kriteria yang relevan dengan kategorinya. Untuk kategori kota paling ramah, pengalaman wisatawan terkait sambutan dan keramahan penduduk lokal menjadi salah satu penilaian utama.

Condé Nast Traveller menilai kota-kota dalam daftar ini sebagai tempat yang mampu memberikan sambutan hangat kepada wisatawan, termasuk ketika mereka membutuhkan bantuan untuk memahami menu restoran atau mencari arah saat menggunakan transportasi umum.

Berikut 10 kota paling ramah di dunia pada 2026:

1. Melbourne, Australia - 98,52

Melbourne menempati posisi pertama dengan skor 98,52. Kota ini dikenal memiliki suasana artistik dengan arsitektur bergaya Victoria, bar di gang-gang yang dihiasi mural, serta budaya minum kopi yang kuat.

Selain keramahan penduduknya, Melbourne juga memiliki transportasi umum dan fasilitas publik yang memadai. Keseimbangan kehidupan dan pekerjaan di kota ini turut membuat Melbourne dikenal sebagai salah satu kota layak huni di dunia.

2. Porto, Portugal - 98,33

Porto berada di posisi kedua dengan skor 98,33. Popularitas kota ini sebagai destinasi wisata singkat bagi pencinta kuliner dan budaya turut membuatnya semakin banyak dikunjungi.

Wisatawan dapat menikmati hidangan lokal, seperti petiscos, di restoran-restoran lingkungan sambil berinteraksi dengan penduduk setempat. Keramahan dan kemurahan hati warga menjadi salah satu alasan wisatawan merasa nyaman untuk kembali ke Porto.

3. Seoul, Korea Selatan - 97,94

Seoul menempati posisi ketiga dengan skor 97,94. Kota ini menawarkan perpaduan antara tradisi kuno dan budaya modern. Namun, keramahan warganya justru kerap terlihat melalui berbagai tindakan sederhana.

Misalnya, pemilik restoran yang membantu menjelaskan hidangan kepada wisatawan atau penduduk lokal yang membantu menunjukkan arah ketika menggunakan kereta bawah tanah. Condé Nast Traveller juga menyoroti budaya Korea yang memberikan perhatian besar terhadap sikap saling menghormati.

4. Lisbon, Portugal - 97,50

Lisbon mendapatkan skor 97,50 dan naik dari posisi kedelapan pada 2025 menjadi posisi keempat tahun ini. Ibu kota Portugal ini dikenal dengan bangunan beratap merah, trem berwarna kuning, gang-gang menanjak, serta ubin dekoratif azulejos.

Tradisi musik fado juga menjadi bagian penting dari karakter kota yang memungkinkan wisatawan mengenal budaya lokal lebih dekat.

5. Amsterdam, Belanda - 97,35

Amsterdam berada di posisi kelima dengan skor 97,35. Kota ini telah lama dikenal sebagai salah satu kota yang inklusif dan terbuka. Keberagaman penduduknya turut menjadi daya tarik. Amsterdam menjadi rumah bagi sekitar 180 kewarganegaraan dan menawarkan berbagai lingkungan, kafe, serta ruang budaya yang dapat dinikmati wisatawan.

6. Perth, Australia - 97,28

Perth berada di posisi keenam dengan skor 97,28. Gaya hidup masyarakat Australia yang santai dinilai turut menciptakan suasana hangat bagi wisatawan.

Kehidupan di Perth banyak berlangsung di ruang terbuka, mulai dari makan siang di kawasan yang rindang dan mengunjungi pasar akhir pekan hingga menikmati Pantai Cottesloe yang menjadi tempat warga berkumpul dan bersosialisasi.

7. Jaipur, India - 96,67

Jaipur menempati posisi ketujuh dengan skor 96,67. Ibu kota Rajasthan ini memiliki sejarah panjang dalam menyambut wisatawan. Keramahan tersebut salah satunya dapat dirasakan di kawasan Johari Bazaar.

Wisatawan dapat berinteraksi dengan pemilik toko, mempelajari kerajinan tekstil berwarna-warni, atau mencicipi makanan lokal sambil menikmati teh chai.

8. Buenos Aires, Argentina - 96,37

Buenos Aires berada di posisi kedelapan dengan skor 96,37. Kota ini dinilai memiliki kehidupan sosial yang kuat, dengan masyarakat yang senang berbagi pengalaman serta pengetahuan mengenai budaya lokal.

Salah satu tradisi yang disoroti adalah asado pada hari Minggu, yakni tradisi memanggang daging secara perlahan di atas bara kayu atau arang. Tradisi ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Argentina.

9. Bangkok, Thailand - 96,16

Bangkok menempati posisi kesembilan dengan skor 96,16. Predikat Thailand sebagai 'Land of Smiles' atau Negeri Senyuman dinilai tercermin dalam keramahan masyarakatnya. Meski Bangkok dapat terasa ramai dan penuh aktivitas bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, bantuan dari penduduk lokal dapat membuat pengunjung lebih mudah beradaptasi dan menikmati kota tersebut.

10. Cape Town, Afrika Selatan - 96,00

Cape Town melengkapi daftar 10 besar dengan skor 96,00. Kota ini masih bertahan di jajaran teratas, meski turun dari posisi ketiga pada 2025. Selain lanskap yang mempertemukan laut dan pegunungan, kehidupan sosial masyarakat Cape Town juga menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.

Salah satunya melalui tradisi braai, yakni kegiatan memanggang makanan bersama yang menjadi bagian dari budaya berkumpul masyarakat Afrika Selatan.

(dsd/tis)
placeholder