Perbedaan pengalaman hidup dan perkembangan teknologi membuat kebiasaan antargenerasi kadang jadi sulit dipahami.
Hal yang dianggap praktis oleh Gen Z dan Milenial, bisa saja bikin Boomers dan Gen X garuk-garuk kepala karena membingungkan. Sebaliknya, cara lama yang terasa wajar bagi generasi lebih tua mungkin dianggap tak efisien oleh anak muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai perbedaan ini terlihat dalam kebiasaan sehari-hari zaman sekarang, seperti berlangganan hiburan, cara berkomunikasi, hingga cara pesan makanan.
Nah, ini dia beberapa kebiasaan generasi baru yang kerap bikin Boomers dan Gen X bingung dan terkadang keki.
1. Berlangganan layanan hiburan yang dahulu cukup dibeli sekali
Dahulu dibeli sekali dan digunakan berkali-kali, kini bayar langganan OTT bulanan. Generasi senior susah relate. (istockphoto/Nanci Santos) |
Dulu, orang membeli album musik, film, gim konsol, atau perangkat lunak, lalu bisa menggunakannya berkali-kali tanpa bayar lagi setiap bulan.
Kini, musik dan film tersedia dalam layanan OTT. Simpan data di layanan cloud, bukan hard disk, dan masih banyak lagi aplikasi dan gim yang dikonsumsi secara berlangganan.
Mengutip Bolde, membayar biaya bulanan untuk mengakses layanan digital sudah terasa biasa bagi generasi muda. Di sisi lain, generasi yang terbiasa memiliki barang setelah membelinya mungkin bertanya-tanya: mengapa harus terus membayar untuk sesuatu yang sama?
2. Harus ngobrol sama chatbot kalau mau komplain
Ketika paket datang terlambat atau tagihan keliru, pelanggan tentu ingin komplain saat menghubungi customer service. Namun, yang didapat malah chatbot menawarkan tautan atau pilihan jawaban otomatis yang minim 'sentuhan' manusia.
Generasi baru memang lebih akrab dengan sistem seperti ini karena tumbuh bersama layanan digital. Namun terbiasa bukan berarti menyukainya.
Sebuah survei Gartner pada 2024 terhadap 5.700 pelanggan menemukan, 64 persen responden lebih memilih perusahaan tidak menggunakan AI untuk layanan pelanggan.
Mayoritas orang tak suka jawaban AI. Bedanya, generasi lebih tua lebih vokal menunjukkannya, dengan menelepon, minta bicara dengan supervisor, bahkan menulis surat di atas kertas untuk mendapat tanggapan.
3. Ghosting ketimbang kasih penolakan tegas
Ketimbang pusing memikirkan alasan atau jawaban, tak sedikit anak muda yang melakukan ghosting. Ini bisa terjadi setelah kencan, melamar pekerjaan, atau teman yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar.
Bagi sebagian anak muda, diam adalah jawaban. Namun Boomers dan Gen X lebih terbiasa menerima penolakan lewat telepon, surat, atau percakapan langsung. Itulah mengapa, di-'ghosting' dan di-'gantung' terasa tidak sopan sekaligus membingungkan.
4. Menghindari panggilan telepon
Bagi banyak generasi baru, pesan teks terasa lebih nyaman ketimbang menjawab panggilan telepon secara mendadak. Survei Uswitch pada 2024 mengungkap, 23 persen kelompok usia 18-34 tahun mengaku tak pernah mengangkat panggilan telepon.
Adapun lebih dari separuh responden (56 persen) menganggapp telepon yang datang secara tiba-tiba adalah pertanda buruk.
Generasi yang tumbuh sebelum ponsel pintar ada, lebih akrab dengan menelepon sebagai cara utama menghubungi seseorang.
5. Lihat menu di restoran atau kafe lewat kode QR
Keberadaan kode QR yang sudah lumrah di kalangan anak muda, tetap membingungkan bagi generasi lebih senior. (iStockphoto/ronstik) |
Menu digital memungkinkan pelanggan cukup memindai kode QR dengan kamera ponsel. Praktis, tetapi generasi lebih tua cenderung lebih nyaman membaca menu cetak, apalagi kalau mereka kesulitan lihat huruf dan gambar yang kecil di ponsel.
Menariknya, preferensi terhadap menu cetak ternyata cukup luas. Survei Technomic pada 2022 menemukan, 88 persen responden lebih menyukai menu cetak, termasuk 86 persen Gen Z.
Jadi, mungkin perbedaannya bukan soal suka atau tidak, melainkan berapa besar toleransi orang dalam beradaptasi dengan kode QR.
6. Membayar biaya delivery makanan
Biaya pengantaran, biaya layanan, biaya alat makan, kantong, hingga tip pengemudi bisa membuat harga makanan jadi naik di aplikasi pemesanan makanan.
Bagi sebagian Boomers dan Gen X, mengambil pesanan sendiri mungkin terasa lebih masuk akal, apalagi kalau restoran hanya berjarak 15-20 menit. Sebaliknya, banyak anak muda menganggap biaya antar sebagai harga untuk menghemat waktu dan tenaga.
Itu dia beberapa kebiasaan generasi baru yang suka bikin Boomers dan Gen X bingung. Pada akhirnya, kebiasaan generasi baru ini mencerminkan preferensi yang berbeda dalam menimbang kenyamanan, biaya, dan waktu.
(rti)


