Pelatih Bola Suka Mengunyah Permen Karet saat Laga, Apa Manfaatnya?

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 11:15 WIB
Permen karet sendiri dikenal memberikan manfaat dalam mengurangi ketegangan, yang umum terjadi saat laga berlangsung.
Ilustrasi. Permen karet sendiri dikenal memberikan manfaat dalam mengurangi ketegangan, yang umum terjadi saat laga berlangsung. (iStockphoto/nyul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kalau kamera menyorot bangku pelatih dalam pertandingan sepak bola, ada satu kebiasaan yang cukup sering terlihat: pelatih mengunyah permen karet atau apa pun sambil mengamati pertandingan.

Kebiasaan mengunyah yang dilakukan pelatih sepak bola sebenarnya umum terjadi. Beberapa pelatih klub liga Indonesia pernah tersorot kamera sedang mengunyah saat laga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu nama pelatih yang terkenal seperti Sir Alex Ferguson, juga dikenal kerap mengunyah permen karet saat laga. Permen karet bekas kunyahannya bahkan pernah terjual senilai Rp7,3 miliar.

Pertanyaannya, apa yang sebenarnya terjadi saat mengunyah permen karet? Apakah mengunyah memberikan manfaat positif saat berada di tengah laga?

Mengunyah permen karet memang dikenal memberikan manfaat dalam mengurangi stres. Berikut penjelasan detailnya.

1. Menurunkan stres

Kondisi di lapangan bisa jadi sangat menegangkan saat laga berlangsung. Mengunyah permen karet bisa mengurangi ketegangan dan stres.

Mengutip Healthline, penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet sambil melakukan tugas dapat meningkatkan berbagai aspek fungsi otak, termasuk kewaspadaan, memori, hingga kemampuan pengambilan keputusan.

Aktivitas mengunyah sendiri telah dikaitkan dengan penurunan kadar hormon stres seperti kortisol.

2. Mengunyah bisa terasa menenangkan

Selain pelatih sepak bola, kamu juga pasti pernah mengalami betapa aktivitas mengunyah bisa terasa menenangkan. Misalnya, mengunyah yang dilakukan di tengah aktivitas kerja bisa sedikit meredakan ketegangan kerja.

Mengunyah sendiri melibatkan otot rahang, propriosepso, sensasi di mulut, dan koordinasi motorik yang terus berulang.

Ulasan yang dipublikasikan dalam Japanese Dental Science Review menyebutkan, aktivitas mengunyah berhubungan dengan perubahan aktivitas di berbagai wilayah otak, termasuk prefontal cortex dan amigdala. Keduanya berperan dalam pengaturan respons emosional dan stres.

Ulasan menyebutkan, stimulasi mengunyah dapat membantu meredam respons stres melalui sirkuit yang melibatkan amigdala.

Kendati memiliki manfaat untuk meredam respons emosional dan ketegangan, kebiasaan mengunyah permen karet tetap harus dibatasi. Permen karet tinggi kandungan gula yang bisa membuat berbahaya untuk kesehatan.

(asr)