Jalur Pendakian Rinjani via Senaru Kembali Dibuka Usai Karhutla

CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 14:40 WIB
Jalur pendakian Gunung Rinjani via Senaru kembali dibuka untuk umum mulai Sabtu (3/10), setelah dipastikan aman dari karhutla.
Ilustrasi. Jalur pendakian Gunung Rinjani via Senaru kembali dibuka untuk umum mulai Sabtu (3/10), setelah dipastikan aman dari karhutla. (Istockphoto/Skazzjy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jalur pendakian Gunung Rinjani via Senaru kembali dibuka untuk umum mulai Sabtu (3/10), setelah dipastikan aman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para pendaki kini dapat kembali memesan tiket melalui aplikasi E-Rinjani.

Sebelumnya, jalur Senaru ditutup menyusul kebakaran yang melanda Bukit Setampol dan Puncak Sangkareang di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki selama penanganan kebakaran berlangsung.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, mengatakan pembukaan kembali dilakukan setelah tim gabungan meninjau dan menilai kondisi jalur.

Adapun hasil pemeriksaan tim gabungan memastikan api telah padam dan jalur dinyatakan aman untuk aktivitas pendakian.

"Jalur tersebut sebelumnya ditutup, dibuka kembali hari ini. Pendakian di jalur pendakian Senaru dibuka kembali setelah dilakukan assessment mandiri bersama tim gabungan dan dipastikan api telah padam," tutur Astekita, seperti diwartakan DetikTravel pada Minggu (4/10).

Dengan dibukanya kembali jalur Senaru, pendakian Gunung Rinjani kini beroperasi normal melalui lima pintu masuk, yakni Sembalun, Senaru, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik.

Pemesanan tiket secara daring di aplikasi E-Rinjani pun kembali dibuka secara normal. Sebelumnya, pemesanan dan pendakian sempat diberlakukan secara terbatas.

Meski demikian, jalur Torean masih belum dapat digunakan. Sejumlah titik di jalur tersebut terdampak kebakaran, sehingga perlu diperbaiki dan dirawat sebelum pendakian dibuka kembali.

"Kalau jalur Torean masih tutup. Ada beberapa lokasi terkena dampak kebakaran, jadi akan kami perbaiki atau lakukan pemeliharaan jalur terlebih dahulu," ucap Astekita.

Seperti diberitakan sebelumnya, jalur pendakian Torean di kawasan TNGR ditutup sementara akibat kebakaran hutan di Bukit Setampol, Resor Torean.

Penutupan tersebut mulai berlaku pada 23 September 2026 dan diteruskan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Adapun data dari BPBD NTB melaporkan, area yang terdampak kebakaran mencapai 127 hektare dan didominasi vegetasi rumput ilalang.

Kala itu, Balai TNGR bersama pihak terkait segera melakukan penanganan di lokasi. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan TNI/Polri dan pemangku kepentingan lainnya, serta pemadaman awal yang melibatkan Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

(rti)
placeholder