Rice cooker boleh jadi salah satu perkakas rumah tangga yang paling umum. Tapi, nyatanya hingga saat ini, masih banyak orang yang melakukan kesalahan menggunakan rice cooker.
Kesalahan tersebut mulai dari menutup penanak nasi dengan kain agar hemat listrik hingga langsung mengaduk nasi sesaat setelah matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rice cooker sendiri merupakan mesin penanak nasi yang hampir ada di setiap rumah tangga. Keberadaan rice cooker dianggap membuat urusan memasak nasi jadi lebih praktis.
Rice cooker sendiri sebenarnya bekerja dengan prinsip yang sederhana. Dimulai dari memanaskan panci hingga air mendidih, lalu mendeteksi saat air mulai hampir habis dan nasi dianggap matang.
Sayangnya, penggunaan rice cooker juga sering dibarengi dengan beragam kesalahan. Apa saja? Berikut di antaranya, melansir VN Express.
1. Membuka dan mengaduk nasi segera setelah matang
Banyak orang menyarankan agar nasi diaduk sesaat setelah matang agar semakin pulen. Padahal, kebiasaan itu bisa mengganggu proses akhir mematangkan nasi.
Penelitian menunjukkan, nasi yang baru matang memiliki kadar air yang tidak merata. Beberapa bagian memiliki kadar air lebih tinggi, sementara lainnya lebih kering. Tingkat gelatinisasi pati, yaitu proses di mana butiran beras berubah menjadi nasi matang, juga bervariasi di seluruh panci.
Alih-alih langsung membuka tutupnya dan membiarkan uap keluar, biarkan panci dalam keadaan tertutup selama beberapa menit. Setelah itu, aduk nasi perlahan untuk mendistribusikan kelembapan secara merata.
2. Masak nasi pakai air hangat
Konon, memasak nasi menggunakan air hangat bisa membantu menghemat listrik. Namun, klaim ini tak sepenuhnya benar.
Air hangat memang dapat mengurangi energi yang dibutuhkan rice cooker untuk membuat air mendidih. Namun, memanaskan air terlebih dahulu juga tetap menggunakan listrik.
3. Membiarkan rice cooker dalam mode 'warm' terlalu lama
Setelah nasi matang, rice cooker secara otomatis akan kembali ke mode 'warm'. Mode ini membuat nasi tetap hangat dalam waktu lama.
Mode 'warm' memang bisa menurunkan lebih sedikit daya energi yang dibutuhkan. Namun, rice cooker tetap mengonsumsi listrik secara terus-menerus.
Studi tahun 2012 menemukan, penanak nasi mengonsumsi rata-rata 63 kWh per tahun. Mode penghangat atau warm menjadi penyumbang terbesar dari total semuanya.
4. Menutup rice cooker dengan kain
Menutup rice cooker dengan kain untuk mempertahankan panas dan menghemat listrik sebenarnya tidak salah. Namun, cara ini tidak memiliki dasar ilmiah dan melanggar pedoman keselamatan produsen.
Tips ini sebenarnya tidak memiliki dasar ilmiah dan melanggar pedoman keselamatan produsen. Kebiasaan ini dapat menghalangi aliran uap dan mencegahnya keluar, yang dapat mengubah bentuk atau warna. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko korsleting pada panel kontrol.
(asr)

