Kenapa Paspor Malaysia Lebih Kuat dari Indonesia?

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 06:45 WIB
Kenapa Paspor Malaysia Lebih Kuat dari Indonesia?
Ilustrasi Paspor Malaysia. (istockphoto/Sporran)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paspor Malaysia berhasil melesat ke peringkat kedua secara global dalam laporan Passport Index Global Ranking 2026. Capaian ini membuat posisi Malaysia sejajar dengan Singapura setelah naik satu peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, posisi puncak masih dihuni oleh Uni Emirat Arab (UEA). Pergeseran posisi Malaysia turut menggeser Spanyol yang kini turun ke peringkat ketiga dunia.

Berbeda dengan Malaysia, paspor Indonesia berada di peringkat ke-56 dunia dalam laporan Passport Index 2026. Posisi Indonesia ini masih berada di bawah sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemegang paspor Indonesia tercatat memiliki akses ke 88 destinasi global tanpa perlu mengurus visa di kedutaan sebelum berangkat, yang mencakup 40 negara bebas visa dan 48 negara dengan fasilitas visa on arrival. Sementara itu, sebanyak 110 negara lainnya masih mewajibkan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mengajukan visa reguler.

Mengutip Malay Mail, Departemen Imigrasi Malaysia menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan serta penerimaan internasional terhadap warga negara Malaysia.

"Berdasarkan pemeringkatan, pemegang paspor Malaysia memiliki akses ke 175 destinasi, terdiri dari 129 destinasi bebas visa dan 46 destinasi dengan visa-on-arrival, sedangkan 23 destinasi memerlukan visa," tulis Departemen Imigrasi Malaysia dalam keterangan resminya.

Faktor Utama Kekuatan Paspor Malaysia

Selain Passport Index, keunggulan paspor Negeri Jiran ini juga tercatat dalam Henley Passport Index 2026 yang menempatkan Malaysia di posisi ke-9 dunia dengan akses bebas visa ke 180 destinasi.

Melansir VN Express, terdapat sejumlah faktor utama yang mendorong penguatan posisi paspor Malaysia di panggung internasional:

- Stabilitas Politik dan Keamanan: Risiko imigrasi yang rendah serta transparansi lembaga pemerintah membuat pelancong asal Malaysia dinilai taat aturan oleh otoritas imigrasi global.

- Ketahanan Ekonomi: Sebagai pusat manufaktur dan perdagangan regional, daya beli masyarakat serta keberadaan tenaga kerja terampil meningkatkan kepercayaan negara luar.

- Diplomasi Multilateral: Keaktifan Malaysia dalam membina hubungan diplomasi yang erat dengan negara-negara Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, maupun kawasan Barat.

- Keterbukaan Perbatasan: Malaysia menempati peringkat ke-13 dunia dalam hal memberikan fasilitas bebas visa, visa on arrival, atau electronic travel authorization (eTA) kepada warga dari 167 negara.

(wiw)
placeholder