Telantar di Prancis Usai Dugaan Ditipu Agensi, 70 Turis Pulang Mandiri

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 09:45 WIB
Telantar di Prancis Usai Dugaan Ditipu Agensi, 70 Turis Pulang Mandiri
Ilustrasi sejumlah turis di Paris, Prancis. (REUTERS/Tom Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 70 turis asal Amerika Serikat (AS) mendadak ditelantarkan oleh pihak agensi perjalanan di Prancis setelah program tur liburan mereka dihentikan secara sepihak dan lebih awal dari jadwal yang ditentukan.

Para wisatawan yang mengikuti tur bertajuk "Goddess Refresh Experience", terpaksa memesan tiket pesawat dan akomodasi susulan menggunakan uang pribadi mereka. Tur itu sendiri dikelola oleh agen perjalanan asal Maryland, Younique Ventures.

Sejumlah peserta resmi mengajukan pengaduan hukum atas tuduhan penelantaran setelah program perjalanan dibatalkan mendadak, melansir laporan The Independent.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik agensi, Kendra Brown, berdalih kepada rombongan peserta bahwa masalah teknis penerbangan menjadi alasan utama batalnya sisa agenda liburan yang telah direncanakan.

Salah satu peserta tur, Dell Sibury, menggambarkan kondisi di lapangan sangat kacau ketika para wisatawan menyadari bahwa seluruh fasilitas penginapan dan agenda kegiatan untuk empat hari terakhir mendadak dibatalkan.

"Akomodasi dan jadwal kegiatan untuk empat hari tersisa dibatalkan begitu saja, sehingga para wisatawan harus merogoh kocek pribadi untuk mengatur penerbangan pulang ke AS atau melanjutkan liburan secara mandiri," ungkap Sibury, seperti dilansir VN Express.

Pihak agensi sempat berjanji akan mengembalikan dana atau refund untuk porsi agenda yang dibatalkan serta mengganti biaya tak terduga peserta dalam kurun waktu 60 hari.

Namun, melansir Somd Daily News, hingga akhir September 2026, para korban mengaku belum menerima pengembalian uang tersebut.

Melalui pernyataan resmi di akun Facebook perusahaan, Younique Ventures beralasan bahwa maskapai penerbangan melakukan perubahan jenis pesawat secara mendadak sehingga kekurangan kursi untuk seluruh rombongan. Alih-alih memisah rombongan, agensi memilih menghentikan tur lebih awal.

Agensi tersebut juga membeberkan bahwa keterlambatan pembayaran refund terjadi karena banyaknya nasabah yang mengajukan pembatalan transaksi ke bank masing-masing, sehingga mengganggu arus kas perusahaan.

Kasus ini kian memanas setelah Younique Ventures turut menunda jadwal tur liburan lainnya ke Australia dan Fiji. Seorang peserta bahkan telah melaporkan dugaan penipuan ke pihak kepolisian usai menyetor dana hingga US$30 ribu (sekitar Rp539 juta) tanpa kepastian tiket pesawat maupun konfirmasi hotel.

(wiw)
placeholder