Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi masih bertahan di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Namun, perubahan daya beli turut menggeser pola pembelian, terutama dalam hal ukuran emas yang dipilih.
Jika sebelumnya emas batangan dengan ukuran 5-10 gram cukup banyak dibeli dalam satu transaksi, kini konsumen mulai beralih ke gramasi yang lebih kecil. Tren ini terlihat terutama di kalangan generasi muda, seperti Gen Z dan milenial.
Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis Galeri 24, Ihdina Intri Rahma, mengatakan perubahan tersebut berkaitan dengan kemampuan daya beli masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga : |
"Memang dengan ekonomi seperti ini, masyarakat mulai lebih aware bahwa emas itu investasi yang aman. Mereka merasa harus investasi di tempat yang lebih aman," ujar Ihdina dalam keterangannya.
Menurut dia, permintaan terhadap emas masih tetap ada meski daya beli masyarakat mengalami tekanan. Hanya saja, perubahan terlihat dari ukuran emas yang dibeli konsumen.
"Karena daya beli, mereka cenderung bergeser ke gramasi yang lebih kecil. Secara transaksi masih banyak customer yang beralih investasi lebih aman di emas," katanya.
Galeri 24 juga melihat adanya perubahan demografi konsumen emas. Untuk emas batangan, milenial dan Gen Z menjadi kelompok yang banyak melakukan pembelian. Sementara itu, konsumen milenial masih mendominasi pembelian perhiasan, disusul generasi X.
Tren tersebut menunjukkan bahwa emas sebagai instrumen investasi semakin dekat dengan konsumen usia muda. Bagi mereka, investasi tidak selalu harus dimulai dengan membeli emas dalam jumlah besar.
Galeri 24 menyediakan emas batangan dalam berbagai pilihan gramasi kecil, mulai dari 0,01 gram, 0,02 gram, 0,1 gram, 0,5 gram hingga 5 gram.
"Investasi itu sudah menjadi sesuatu yang penting bagi mereka. Memang biasanya dimulai dari gramasi kecil," ujar Ihdina.
Pilihan gramasi tersebut membuat konsumen dapat menyesuaikan pembelian dengan kemampuan finansial masing-masing. Dengan begitu, investasi emas tidak lagi identik dengan pembelian dalam jumlah besar.
Perhiasan minimalis jadi pilihan
Pergeseran tren juga terlihat pada pembelian perhiasan. Konsumen Gen Z cenderung memilih perhiasan dengan gramasi kecil dan desain sederhana yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas. Menurut Ihdina, pilihan tersebut berkaitan dengan karakter konsumen muda yang lebih mempertimbangkan fungsi dan penggunaan sehari-hari.
"Gen Z bukan tipe yang suka flexing dengan perhiasan besar. Mereka lebih memilih yang simple untuk daily maupun kebutuhan momen tertentu," katanya.
Dengan demikian, perubahan daya beli tidak serta-merta membuat minat terhadap emas menghilang. Pola konsumsinya justru mengalami pergeseran.
Dari yang sebelumnya membeli emas dalam ukuran lebih besar, konsumen kini semakin banyak memilih gramasi kecil yang lebih sesuai dengan kemampuan beli. Bagi generasi muda, emas pun mulai menjadi salah satu pilihan investasi yang dapat dimulai dari nominal relatif terjangkau.
(tis/tis)
