Teuku Umar No. 40, Saksi Bisu G30S yang Diubah Jadi Museum Sasmitaloka

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 13:00 WIB
Teuku Umar No. 40, Saksi Bisu G30S yang Diubah Jadi Museum Sasmitaloka
Museum Sasmitaloka Jenderal Besar AH Nasution di Menteng, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kediaman Jenderal Besar Abdul Haris (A.H.) Nasution di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi saksi bisu salah satu peristiwa kelam sejarah Indonesia pada 30 September 1965 atau yang dikenal dengan G30S.

Bangunan bersejarah tersebut kini bertransformasi menjadi Museum Sasmitaloka Jenderal Besar A.H. Nasution yang merekam jejak perjuangan sang jenderal.

Peristiwa dramatis tersebut terjadi pada 1 Oktober 1965 dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, saat sekelompok pasukan bersenjata merangsek masuk ke area rumah untuk menculik Nasution.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengetahui ancaman bahaya, Nasution bersama istrinya, Johanna Sunarti, berusaha menyelamatkan diri. Nasution berhasil lolos dengan melompati pagar menuju komplek Kedutaan Besar Irak di sebelah rumahnya, meski mengalami cedera kaki saat melarikan diri.

Kendati Nasution selamat, upaya penculikan tersebut memakan korban jiwa. Putri bungsu Nasution yang kala itu berusia lima tahun, Ade Irma Suryani Nasution, terkena tembakan dan meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Di saat yang sama, ajudan Nasution, Lettu Czi Pierre A. Tendean, ditangkap oleh pasukan penculik usai mengaku sebagai Nasution demi melindungi sang jenderal. Pierre Tendean kemudian dibawa paksa dan gugur dalam rangkaian tragedi kelam tersebut.

A.H. Nasution menempati rumah tersebut sejak 1949 kala menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) hingga akhir hayatnya pada 6 September 2000. Untuk menghormati jasa beliau, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan rumah ini menjadi museum pada 3 Desember 2008.

Berdasarkan catatan Dinas Sejarah TNI AD, Museum Sasmitaloka A.H. Nasution menyimpan sekitar 2.185 item koleksi. Sasmitaloka berarti tempat untuk mengingat atau mengenang suatu peristiwa penting, jasa, atau sejarah.

Pengunjung dapat melihat langsung seragam dinas militer, mobil sedan merek Volvo, lukisan potret Ade Irma Suryani, hingga rekaan adegan (diorama) yang menggambarkan detik-detik peristiwa penyerangan.

Masyarakat umum dapat mengunjungi museum ini tanpa dikenakan biaya. Berikut rincian operasional Museum Sasmitaloka A.H. Nasution:

- Hari Operasional: Selasa-Minggu (Senin dan Hari Libur Nasional tutup)
- Jam Operasional: 08.00-14.00 WIB
- Tiket Masuk: Gratis

(dsd/wiw)
placeholder