Lari Rutin Bantu Jaga Kebugaran, Ini yang Perlu Diperhatikan

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 22:55 WIB
Lari Maraton
Ilustrasi. Lari bisa bantu jaga kebugaran tubuh. (iStockphoto/tibor5)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivitas fisik menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Tidak harus selalu berupa olahraga dengan intensitas tinggi, kebiasaan aktif bergerak secara rutin juga dapat membantu menjaga kebugaran dan menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Salah satu aktivitas yang cukup mudah dilakukan adalah lari. Olahraga ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan jarak dan intensitas dengan kemampuan masing-masing, mulai dari berjalan cepat, jogging, hingga lari jarak jauh.

Namun, olahraga lari tetap perlu dilakukan dengan persiapan yang tepat. Pemanasan, pemilihan jarak sesuai kemampuan, asupan nutrisi yang cukup, serta pemulihan setelah berolahraga menjadi bagian penting agar aktivitas fisik memberikan manfaat bagi tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesan mengenai pentingnya gaya hidup aktif tersebut turut terlihat dalam penyelenggaraan Herbalife Run 2026. Ajang lari tersebut diikuti sekitar 6.000 peserta dengan lima kategori, yakni 24K, 10K, 5K, Kids Run, serta Family & Friends Fun Walk. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia dan tingkat kebugaran, mulai dari komunitas lari hingga masyarakat umum.

Untuk kategori 24K dan 10K, penyelenggara juga menghadirkan sertifikasi pengukuran rute dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Pengukuran tersebut memberikan kepastian mengenai jarak lintasan yang ditempuh peserta.

Akurasi jarak menjadi salah satu hal yang penting, terutama bagi pelari yang menjadikan perlombaan sebagai bagian dari evaluasi kemampuan. Dengan jarak yang terukur, pelari dapat menyusun strategi pace, membandingkan catatan waktu, hingga memantau perkembangan performa dari satu perlombaan ke perlombaan berikutnya.

Selain persiapan sebelum berlari, pelari juga perlu memperhatikan kondisi tubuh selama aktivitas berlangsung. Intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi orang yang baru mulai berolahraga, misalnya, tidak perlu langsung mengejar jarak jauh. Durasi dan intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap seiring tubuh beradaptasi.

Kebutuhan nutrisi dan cairan juga perlu diperhatikan. Asupan makanan yang seimbang membantu menyediakan energi untuk beraktivitas, sedangkan kecukupan cairan penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, terutama ketika berolahraga dalam waktu lama atau di tengah cuaca panas.

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin pada akhirnya bukan hanya soal mengejar performa olahraga. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran dan membangun pola hidup yang lebih aktif dalam keseharian.

Dalam kegiatan tersebut, konsultasi kesehatan juga tersedia bagi peserta untuk memberikan pemahaman mengenai aktivitas fisik dan pentingnya asupan nutrisi yang seimbang.

Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang mendorong gaya hidup aktif.

"Dengan adanya sertifikasi pengukuran rute dari PB PASI untuk kategori 24K dan 10K, para pelari memiliki kepercayaan yang lebih besar terhadap akurasi jarak lintasan, sehingga dapat membantu mereka mengatur ritme lari sekaligus mengevaluasi performa," ujar Oktrianto.

(tis/tis)
placeholder