Penyelam berhasil mengabadikan gambar pertama dari sejumlah struktur misterius di bawah laut yang diyakini merupakan sisa-sisa permukiman abad pertengahan yang telah ditelan North Sea atau Laut Utara sekitar 700 tahun lalu.
Sisa permukiman tersebut berada di lepas pantai Cromer, Norfolk, Inggris. Berdasarkan proyek Alfred Savin, sejumlah fitur buatan manusia ditemukan sekitar 400 meter atau lebih dari garis pantai Cromer.
Mengutip Fox News, para penyelam sukarelawan dari East Anglian Branch of the British Sub-Aqua Club (BSAC) membantu memotret dan memetakan struktur di dasar laut tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelaman dilakukan saat kondisi Laut Utara relatif tenang selama musim panas sehingga tim dapat memotret dan memetakan struktur dengan lebih baik.
Penemuan struktur tersebut diyakini berkaitan dengan Shipden, sebuah permukiman yang pernah berkembang pada Abad Pertengahan sebelum kawasan tersebut perlahan terkikis dan ditelan laut.
Dalam Domesday Book, pada 1086, Shipden tercatat memiliki 117 penduduk, tiga hektare padang rumput, sebuah pelabuhan, dua gereja, serta kawasan hutan yang disebut mampu menyediakan makanan untuk 36 ekor babi.
Dalam penyelaman terbaru, tim berhasil mendokumentasikan sekitar 25 fitur buatan manusia. Temuan tersebut mencakup struktur dari batu api, potongan batu yang telah dipahat, serta struktur fondasi batu yang dikenal sebagai caissons.
Beberapa struktur bahkan masih memiliki ketinggian sekitar delapan hingga 10 lapisan batu meski telah berada di bawah laut selama berabad-abad.
Struktur caissons tersebut diduga berkaitan dengan upaya masyarakat Shipden pada abad ke-14 untuk menahan laju air laut.
Namun, peneliti masih menyelidiki fungsi sebenarnya karena struktur tersebut juga dapat berkaitan dengan aktivitas pelabuhan. Proyek Alfred Savin sendiri mencatat bahwa fungsi sejumlah fitur bawah laut belum dapat dipastikan.
Penemuan ini juga berkaitan dengan legenda Church Rock yang selama ini dipercaya sebagai sisa menara St. Peter's Church, salah satu gereja yang pernah ada di Shipden.
Catatan sejarah mengonfirmasi bahwa gereja tersebut hilang akibat laut, tetapi penyelam belum menemukan struktur yang dapat dipastikan sebagai bangunan gereja.
Bahkan, temuan terbaru justru memunculkan dugaan bahwa Church Rock mungkin merupakan bagian dari pertahanan laut abad pertengahan, bukan sisa gereja.
Para peneliti masih mencocokkan temuan bawah laut dengan catatan sejarah untuk mengetahui tata letak Shipden dan menentukan lokasi gereja yang sebenarnya.
Untuk saat ini, tim menegaskan bahwa berbagai temuan tersebut masih berupa dugaan dan belum menjadi kesimpulan akhir.
(dsd/wiw)