Mendengar kata Human papillomavirus (HPV), banyak orang mungkin langsung mengaitkannya dengan penyakit menular seksual atau kanker serviks. Padahal, infeksi HPV tidak hanya menyerang area kelamin.
Virus ini juga dapat menyebabkan kutil pada kulit, termasuk di tangan dan kaki. Kutil tersebut dikenal sebagai veruka dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kutil kelamin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika Yudo Irawan menjelaskan, HPV terdiri dari banyak tipe yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, mulai dari kutil hingga sejumlah jenis kanker.
"Sedangkan kalau penyakit lain yang non-kanker itu contohnya adalah kutil kelamin, kutil di tubuh atau badannya, kemudian juga mata ikan, itu juga sebagian yang dapat disebabkan oleh HPV," kata Yudo kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/9).
Kutil kulit akibat HPV seperti apa?
Menurut Yudo, tidak semua benjolan atau pertumbuhan pada kulit merupakan kutil akibat HPV. Ada berbagai jenis kutil atau benjolan kulit yang bisa disebabkan oleh infeksi, tetapi ada pula yang berkaitan dengan faktor lain, termasuk penuaan atau kondisi kulit tertentu.
"Yang lebih disebabkan oleh HPV itu adalah veruka, baik veruka vulgaris ataupun veruka plana," ujar Yudo.
Salah satu ciri yang cukup mudah dikenali adalah permukaan kutil yang terasa kasar, bukan halus seperti kulit di sekitarnya.
"Biasanya ciri-cirinya itu dia permukaannya itu kasar seperti karpet, kita sebutnya permukaan verukosa, dan cenderung mengenai daerah-daerah ekstremitas atau alat gerak, contohnya tangan, kaki," katanya.
Kutil kulit juga dapat muncul dalam jumlah lebih dari satu. Awalnya mungkin hanya ada satu benjolan, lalu muncul benjolan lain di dekatnya dan jumlahnya bertambah.
Yudo mengatakan, kutil juga patut dicurigai karena HPV ketika seseorang yang sebelumnya tidak memiliki benjolan tiba-tiba menemukan adanya pertumbuhan daging di area genital.
"Kalau misalnya orang-orang yang awalnya tidak ada kutil, atau tidak ada daging tumbuh di daerah situ, kok tiba-tiba kayaknya saya periksa-periksa, atau pas lagi basuh, tiba-tiba kok berasa ada daging tumbuh," ujarnya.
Kutil tersebut kemudian bisa bertambah besar atau jumlahnya semakin banyak. Rasa gatal, perih, hingga permukaan yang kasar juga dapat menyertai.
"Awalnya satu, tapi membesar dan makin banyak, ada rasa gatal, ada rasa perih-perih, atau ada permukaan yang kasar juga, bahkan kalau di kelamin itu bisa seperti kembang kol, permukaannya berjodot-jodot (bergerombol) ," jelas Yudo.
Kutil kulit juga bisa menular
Kutil pada kulit bukan berarti tidak dapat menular. Karena penyebabnya adalah infeksi HPV, virus dapat berpindah melalui kontak dengan kulit yang terinfeksi maupun benda atau lingkungan tertentu.
Yudo mencontohkan penggunaan barang secara bergantian atau kondisi lingkungan yang lembap sebagai situasi yang dapat memudahkan penularan kutil pada kulit.
"Misalnya pakai kaus kaki barengan, pinjaman-pinjaman sepatu, atau pakai sandal yang lembap," ujarnya.
Ia juga mencontohkan, area ruang ganti atau sekitar kolam renang yang lembap sebagai lingkungan yang memungkinkan seseorang terpapar HPV penyebab kutil kulit.
Pada anak-anak, kutil di tangan juga cukup mudah ditemukan. Menurut Yudo, salah satu kemungkinan penularannya adalah ketika terdapat orang lain di lingkungan sekitar yang memiliki kutil.
"Kalau tangan biasanya itu ada kutil di daerah lain di tubuh, atau temannya ada yang kutil juga," katanya.
Kapan kutil perlu diperiksakan ke dokter?
Tidak semua kutil berarti kondisi serius. Meski begitu, Yudo menyarankan masyarakat tidak mengabaikan kutil yang menunjukkan perubahan tertentu. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
- permukaan kutil terasa kasar,
- jumlah kutil bertambah dari satu menjadi beberapa,
- benjolan membesar atau menyatu dengan benjolan lain,
- kutil terasa gatal atau perih,
- kutil mudah berdarah atau mengalami perdarahan,
- muncul benjolan atau pertumbuhan daging baru di area genital,
- kutil di area genital semakin banyak atau membesar.
"Kalau misalnya dia sudah ada permukaan yang kasar, kemudian juga ada tambah banyak, jadi misalnya awalnya satu, terus tiba-tiba ada temannya di sebelahnya, terus jadi gabung dan membesar, nah itu adalah ciri-ciri kutil yang mungkin diakibatkan oleh HPV. Jadi buru-buru saja untuk dikonsultasikan atau periksakan dirinya," ujar Yudo.
Pemeriksaan juga penting karena tidak semua benjolan yang tampak seperti kutil benar-benar merupakan kutil akibat HPV. Sejumlah kondisi kulit lain dapat memiliki tampilan yang mirip sehingga diagnosis sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis.
(anm/asr)

