PT Vaksindo Satwa Nusantara mengekspor vaksin hewan unggas senilai USD106.875 atau sekitar Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika, yakni Zambia, Kongo, Uganda, dan Malawi.
Ekspor tersebut merupakan pengiriman perdana Vaksindo ke negara-negara di kawasan Afrika. Sebelumnya, perusahaan telah memasarkan produk vaksin dan obat hewan ke lebih dari 25 negara di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Presiden Direktur Vaksindo sekaligus Head of Animal Health and Livestock Equipment PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), Teguh Yodiantara Prajitno, mengatakan perusahaan melihat pasar Afrika sebagai salah satu tujuan pengembangan ekspor produk kesehatan hewan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah mengekspor berbagai produk vaksin dan obat-obatan hewan ke puluhan negara. Langkah penetrasi ke pasar Afrika ini merupakan komitmen berkelanjutan kami untuk menyediakan solusi pencegahan penyakit unggas," kata Teguh.
Dalam pengiriman tersebut, Vaksindo membawa 10 jenis vaksin yang digunakan untuk membantu pengendalian sejumlah penyakit pada unggas. Produk yang diekspor antara lain Vaksimune NDL IB Plus, Vaksimune IBH Duo, Vaksimune ND Inaktif, Vaksimune ND Inaktif 0,1, Vaksimune Coryza LE, Vaksimune ND Clone IB, Vaksimune IBD D, Vaksimune Pox, Vaksimune NDHV, dan Vaksimune ND LS IB.
Produk-produk tersebut digunakan untuk pencegahan berbagai penyakit unggas yang dapat berdampak pada produktivitas peternakan. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan ekspor produk kesehatan hewan menjadi bagian dari pengembangan industri obat hewan di dalam negeri.
Menurut Agung, pemerintah berupaya menjaga mutu produk kesehatan hewan yang beredar, termasuk produk yang ditujukan untuk pasar ekspor.
"Pencapaian ekspor ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat industri kesehatan hewan nasional," ujar Agung.
Ia mengatakan pengawasan mutu dan keamanan obat hewan dilakukan melalui sertifikasi Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) dan proses registrasi. Ekspor ke empat negara Afrika tersebut menambah tujuan pasar produk kesehatan hewan asal Indonesia.
Bagi sektor peternakan, pengendalian penyakit unggas menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan produktivitas dan keberlangsungan produksi. Vaksindo menyatakan masih membuka peluang ekspor ke sejumlah negara lain. Perusahaan juga menyebut akan menjajaki kerja sama dengan mitra di kawasan baru.
"Kami akan terus membuka peluang kemitraan strategis di berbagai kawasan baru untuk memastikan semakin banyak peternak dunia mendapatkan akses terhadap vaksin berkualitas tinggi," kata Teguh.
(tis/tis)

