Waspada Super Flu H3N2 Subclade K, Kenali Gejala & Cara Mencegahnya

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 13:00 WIB
Kemenkes mencatat influenza A(H3N2) subclaude K ditemukan di 13 provinsi sejak Januari 2026. Ketahui gejala dan cara mencegah penularannya.
Ilustrasi. Kemenkes mencatat influenza A(H3N2) subclaude K ditemukan di 13 provinsi sejak Januari 2026. Ketahui gejala dan cara mencegah penularannya. (iStock/Bebenjy)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Istilah 'super flu' sempat ramai dibicarakan setelah influenza A(H3N2) subclade K terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia. Meski begitu, super flu bukan istilah medis resmi untuk menyebut penyakit atau virus baru.

Kementerian Kesehatan mencatat, terdapat kasus influenza A(H3N2) subclade K di 13 provinsi sejak Januari 2026. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang digunakan istilahnya Influenza tipe A(H3N2) subclade K. Data tersebut merupakan data kumulatif dari Januari 2026," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman seperti dikutip dari Detikhealth, Kamis (24/9).

WHO juga menggolongkan subclade K sebagai bagian dari virus influenza A(H3N2) musiman. Virus ini bukan virus baru dan telah ditemukan di berbagai negara. Lantas, seperti apa gejala yang perlu diperhatikan?

Gejala super flu

Mengutip catatan CNNIndonesia.com sebelumnya, dokter spesialis paru, Agus Dwi Susanto mengatakan infeksi subclade K dapat menimbulkan sejumlah keluhan, terutama pada kasus dengan gejala yang lebih berat. Beberapa gejala yang dapat muncul, antara lain:

  • Demam tinggi, sekitar 39-41 derajat Celsius.
  • Nyeri otot.
  • Tubuh sangat lemas.
  • Batuk kering.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.

Gejala tersebut masih serupa dengan infeksi influenza pada umumnya. Itulah mengapa, gejala saja tidak dapat memastikan seseorang terinfeksi subclade K. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui jenis virus yang menginfeksi.

Kementerian Kesehatan juga mencatat mayoritas kasus subclade K di Indonesia mengalami gejala ringan hingga sedang.

Berdasarkan data Kemenkes hingga Januari 2026, belum ada bukti bahwa subclade K menyebabkan penyakit yang lebih berat atau meningkatkan angka rawat inap dibandingkan influenza lainnya.

Seperti influenza pada umumnya, penularan dapat terjadi ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, sehingga virus menyebar. Agus mengatakan penularan subclade K relatif cepat.

Menurut dia, satu orang yang terpapar dapat menularkan virus kepada dua hingga tiga orang lainnya. Oleh karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan saat berada di keramaian atau berinteraksi dekat dengan orang yang sedang sakit.

Siapa yang perlu lebih waspada?

Influenza dapat menyerang siapa saja. Risiko mengalami penyakit yang lebih serius perlu lebih diperhatikan pada kelompok rentan, seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.

Data pemantauan Kemenkes terhadap kasus subclade K di Indonesia per Januari 2026 menunjukkan 35 persen kasus berada pada kelompok usia 6-18 tahun, 28 persen pada usia 19-59 tahun, 22 persen pada anak usia 1-5 tahun, 12 persen pada usia 60 tahun ke atas, dan 3 persen pada bayi di bawah satu tahun.

Tercatat ada dua kasus kematian dalam pemantauan tersebut. Satu pasien dengan penyakit jantung, sedangkan satu lainnya memiliki riwayat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Namun Kemenkes menegaskan, belum ada bukti bahwa subclade K sendiri menyebabkan penyakit yang lebih berat.

Cara mencegah super flu

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tertular atau menularkan influenza A(H3N2) subclade K:

  • Jaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup minum, istirahat, dan rutin berolahraga.
  • Cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah berada di tempat umum atau menyentuh benda yang digunakan bersama.
  • Gunakan masker saat berada di tempat ramai atau berinteraksi dekat dengan orang yang sedang sakit.
  • Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam agar tidak menularkan virus kepada orang lain.
  • Lakukan vaksinasi influenza untuk membantu menurunkan risiko mengalami gejala berat dan komplikasi akibat infeksi influenza.

Pencegahan subclade K pada dasarnya sama dengan langkah untuk mengurangi risiko penularan influenza.

(anm/rti)